Baca juga:
5 Raksasa Teknologi yang Berdonasi untuk Palu dan Donggala
Implementasi donasi ini akan disalurkan terutama untuk Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi sebagai area yang paling besar terdampak. Dengan status masa tanggap darurat yang saat ini masih dikenakan untuk ketiga area tersebut, maka penggunaan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai rekomendasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan dievaluasi secara berkala agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan para korban dan pengungsi.Baca juga:
7 Hoax yang Selimuti Bencana Sulteng, Jangan Kemakan Isu!
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) per tanggal 16 Oktober 2018 mencatat 2.095 Jiwa meninggal dunia, 4.612 orang luka berat, 680 orang dilaporkan hilang, 78.994 orang mengungsi, bahkan diperkirakan ada 5.000 orang yang tertimbun karena dampak likuifikasi tanah.Baca juga:
Saat ini pemerintah memperpanjang status tanggap darurat hingga 25 Oktober 2018, namun pencarian korban yang masih belum ditemukan karena tertimbun atau terbawa arus, secara resmi telah berakhir pada Jumat sore, 12 Oktober 2018. “Donasi yang kami terima dari Samsung ini akan kami implementasikan sesuai dengan kebutuhan para korban dan pengungsi di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Bentuk layanan yang akan kami berikan adalah berupa layanan kesehatan, layanan psikososial, layanan dapur umum, distribusi air bersih, dan lain sebagainya,” papar Ginanjar Kartasasmita, Ketua Harian PMI.