Technologue.id, Jakarta – Sebagai bentuk dukungan atas bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Samsung menambahkan bantuan senilai Rp1,5 Milyar dengan membangun Posko Samsung Peduli. Sebelumnya perusahaan asal Korea Selatan tersebut telah lebih dulu menyerahkan donasi sebesar Rp7,5 miliar.

“Kami alokasikan dana untuk membantu meringankan beban para pengungsi korban bencana gempa dan tsunami dalam menata kehidupan untuk bangkit kembali,” ujar JaeHoon Kwon, President Samsung Electronics Indonesia.

Baca juga:

5 Raksasa Teknologi yang Berdonasi untuk Palu dan Donggala

Implementasi donasi ini akan disalurkan terutama untuk Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi sebagai area yang paling besar terdampak. Dengan status masa tanggap darurat yang saat ini masih dikenakan untuk ketiga area tersebut, maka penggunaan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai rekomendasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan dievaluasi secara berkala agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan para korban dan pengungsi.

Baca juga:

7 Hoax yang Selimuti Bencana Sulteng, Jangan Kemakan Isu!

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) per tanggal 16 Oktober 2018 mencatat 2.095 Jiwa meninggal dunia, 4.612 orang luka berat, 680 orang dilaporkan hilang, 78.994 orang mengungsi, bahkan diperkirakan ada 5.000 orang yang tertimbun karena dampak likuifikasi tanah.

Baca juga:

Pasca Gempa, ZTE Dorong Pemulihan Jaringan Telco di Sulteng

Saat ini pemerintah memperpanjang status tanggap darurat hingga 25 Oktober 2018, namun pencarian korban yang masih belum ditemukan karena tertimbun atau terbawa arus, secara resmi telah berakhir pada Jumat sore, 12 Oktober 2018.

“Donasi yang kami terima dari Samsung ini akan kami implementasikan sesuai dengan kebutuhan para korban dan pengungsi di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Bentuk layanan yang akan kami berikan adalah berupa layanan kesehatan, layanan psikososial, layanan dapur umum, distribusi air bersih, dan lain sebagainya,” papar Ginanjar Kartasasmita, Ketua Harian PMI.