Technologue.id, Jakarta – GrabKios bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah akan membangun kemitraan dengan lebih banyak pelaku usaha untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi warung tradisional. Kemitraan ini diharapkan dapat memberi solusi bagi warung tradisional di era pertumbuhan ekonomi digital agar mampu bersaing dengan minimarket modern.

Baca Juga:
Kudo Ganti Nama Menjadi GrabKios

Untuk memberdayakan warung, GrabKios mempunyai cara tersendiri, antara lain dengan memperluas jenis layanan yang ditawarkan warung serta membantu mereka meningkatkan penghasilan.

Layanan yang diberikan berupa pengantaran paket didukung oleh porter, dimana pelanggan dapat mengirimkan barang melalui GrabKios yang sudah tersedia di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya.

Kemudian ada fitur Tabungan Emas, yang mana mitra GrabKios dapat menawarkan kepada pelanggannya tabungan emas yang anan, terpercaya, dan sesuai dengan hukum syariah mulai dsri Rp10.000.

Dalam waktu dekat, fitur ini akan diluncurkan di Medan dan seluruh kota di Pulau Jawa. Selanjutnya ada layanan asuransi mikro, dimana pelanggan dapat membeli asuransi kesehatan, pendidikan, perlindungan kecelakaan, dan asuransi mikro lainnya yang akan tersedia mulai awal desember 2019.

Baca Juga:
Kudo Gandeng Perusahaan Pembiayaan Guna Mudahkan Angsuran Kredit

GrabKios juga menyediakan akses terhadap modal usaha, layanan keuangan, serta membantu warung untuk meningkatkan usahanya. Kamis (7/11/2019), Grab telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Mandiri, yang merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia untuk memberikan pinjaman kepada mitra GrabKios serta mitra pengemudi Grab.

Selain itu, GrabKios juga mengurangi biaya usaha kepada warung trsdisional untuk memesan barang dagangan melalui aplikasi. Barang akan diantarkan langsung ke pemilik warung secara gratis dan tersedia pilihan pembayaran cash on delivery (COD) yang sesuai dengan kebutuhan warung kecil.