Technologue.id, Jakarta – Generasi milenial belakangan kerap menjadi buah bibir karena mereka merupakan masyarakat yang akrab dengan dunia teknologi terkini. Ternyata, generasi milenial sendiri sudah memiliki karakteristik tersendiri antara yang secara material tercukupi alias mapan dan yang berada di kelas akar rumput.

Aplikasi media sosial berbasis lokal, Yogrt melakukan penelitian terhadap generasi milenial. Yogrt mengelompokkan milenial mapan yang memiliki penghasilan bulanan di atas Rp 5 juta dan milenial akar rumput yang punya pendapatan tak sampai Rp 5 juta.

Baca juga : Orang Ribut di Sosmed, Linc Punya Misi Sebarkan Cinta Sesama

Riset Yogrt menyebutkan karakter psikografis milenial akar rumput Indonesia sarat value kekeluargaan ataupun kebersamaan, disusul nilai konservatisme yang mempertahankan tradisi, stabilitas dan keseragaman. Sementara milenial mapan lebih cenderung menyukai tampil keren di antara yang lain dan lebih menonjol.

- Advertisement -

“Milenial akar rumput Indonesia berseberangan dengan kelompok umur serupa di Amerika yang lebih memprioritaskan nilai-nilai individualisme: pencapaian diri dan kekuasaan,” ujar Roby Muhamad Ph.D, sosiolog bidang jejaring sosial, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sekaligus co-founder Yogrt.

Baca juga : Indosat Ooredoo Gelar Lomba Lari Virtual

Uniknya lagi, tambah Roby, mereka pun ternyata berbeda dengan anggapan umum tentang ‘generasi Y’ yang tergolong challenge seeker. “Sebaliknya, meski sama-sama terbuka terhadap ide atau pemikiran baru, kalangan muda khas Tanah Air ini cenderung enggan terhadap risiko,” tambah Roby.

Penelitan bertajuk ‘Studi Yogrt 2017: Milenial Akar Rumput Indonesia’ melibatkan melibatkan sekitar 5.000 pengguna sebagai responden. Penelitian ini digagas untuk memahami karakter psikografis dan minat generasi milenial khas Tanah Air – sebuah pasar besar yang potensial.

Baca juga : Samsung Galaxy J7 Pro dan J7 Max Kemampuannya Difokuskan untuk Bersosial Media

Istilah ‘milenial’ sendiri merujuk kelompok usia 15-34 tahun yang lekat gawai dan internet. Secara jumlah, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencantumkan keseluruhan populasi berusia 15-34 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 85 juta jiwa atau lebih dari 32,6% dari total 261,9 juta penduduk.

“Pada akhirnya hasil ‘Studi Yogrt 2017’ mempertegas posisi Yogrt sebagai aplikasi media sosial yang memahami masyarakat Indonesia. Bukan hanya memberi faedah bagi Yogrt, harapan kami temuan ini dapat membantu banyak pihak,” tutup Roby.

Share this