Technologue.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belakangan disibukkan dengan polemik Telegram Messenger. Banyak yang menilai Rudiantara dan awaknya terkesan mengambil langkah yang gegabah untuk memblokir aplikasi chatting itu, walau tak sedikit pula yang mengapresiasinya.

Namun, program Kemkominfo tetap diupayakan berjalan dengan semestinya. Seperti kemarin (17/07/17), misalnya, kementerian tersebut meresmikan akses internet broadband di 20 titik di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kepala SMP 1 Sanggalangi Toraja Utara, salah satu lokasi yang menerima program akses internet di Toraja, menyampaikan bahwa program ini bermanfaat baik bagi proses pendidikan di SMP itu maupun manajemen pengelolaan sekolah. Dengan ketersediaan akses internet, SMP tersebut mengharapkan dapat mengikuti ujian nasional berbasis komputer walaupun baru 10 persen sekolah yang bisa menikmati fasilitas tersebut.

Kepuasan elemen masyarakat tertempat setidaknya terwakili oleh statement Bupati Toraja Utara dalam sambutannya pada Menkominfo, Rudiantara.

“Akses internet yang disediakan Kemkominfo merupakan pengobat keterisoliran kami dari kemajuan yang telah lebih dahulu dinikmati di kota,” tutur Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si. dalam siaran pers yang diterbitkan Kemkominfo (17/07/17).

Sebagai informasi, program internet broadband merupakan program pemerintah untuk menghubungkan semua sekolah dasar dan menengah pada tahun 2021 melalui internet kecepatan tinggi baik melalui solusi teresterial maupun nonteresterial. Selain itu pemerintah bersungguh-sungguh memastikan bahwa konten internet yang tersedia bersifat positif antara lain dengan membangun sistem white list agar seluruh konten mengarah pada jaringan dan situs-situs yang positif.

 

Baca juga:

Menkominfo Maafkan Telegram, Tapi Ada Syaratnya

3 Fakta Pavel Durov Si Pembuat Telegram Messenger, Apa Agamanya?

CEO Telegram Tawarkan Tiga Hal Biar Platformnya Tak Diblokir Lagi