Technologue.id, Jakarta - Apple kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa proyek iPhone lipat menghadapi sejumlah kendala teknis yang lebih serius dari perkiraan awal. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Nikkei Asia, yang menyebutkan bahwa masalah rekayasa berpotensi menunda peluncuran perangkat tersebut.
Namun, laporan ini langsung diimbangi oleh klaim berbeda dari Bloomberg, yang menyebut bahwa Apple masih berada di jalur yang direncanakan.
Menurut sumber Nikkei, kendala teknis muncul saat Apple memasuki fase awal produksi uji coba. Ini merupakan tahap krusial sebelum perangkat benar-benar diproduksi massal.
Seorang sumber menyebut bahwa situasi saat ini “dapat membahayakan jadwal produksi massal,” dengan periode April hingga awal Mei menjadi momen penting dalam proses verifikasi rekayasa.
Apple dikabarkan telah memberi tahu pemasok komponen bahwa jadwal produksi kemungkinan akan mengalami penundaan. Perusahaan saat ini masih berupaya menyelesaikan berbagai tantangan teknis, khususnya yang berkaitan dengan desain kompleks perangkat lipat.
Di sisi lain, laporan dari Bloomberg melalui jurnalis Apple ternama Mark Gurman, memberikan perspektif yang lebih optimistis.
Menurutnya, iPhone lipat masih ditargetkan meluncur pada September 2026, bersamaan dengan seri flagship berikutnya, termasuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Meski begitu, Gurman mengakui bahwa kompleksitas layar fleksibel dan komponen lainnya bisa menyebabkan keterbatasan pasokan di awal penjualan. Artinya, perangkat mungkin tetap diumumkan tepat waktu, tetapi ketersediaannya bisa terbatas.
Pengembangan ponsel lipat memang terkenal sulit, terutama pada layar fleksibel yang harus tahan lipatan berulang dan juga engsel (hinge) yang kuat namun tetap tipis.
Masalah di dua area ini disebut-sebut menjadi penyebab utama hambatan dalam proyek Apple. Bahkan, jika tidak terselesaikan dengan baik, peluncuran bisa terdorong hingga 2027.
Sebagai perbandingan, pesaing utama Apple, Samsung Electronics, telah lebih dulu merilis ponsel lipat sejak 2019 melalui lini Galaxy Fold.
Meskipun diperkirakan hanya menyumbang kurang dari 10% dari total produksi iPhone, perangkat ini dianggap sebagai produk strategis bagi Apple.