Technologue.id, Jakarta – iPhone dikenal sebagai produk yang punya performa stabil. Namun belakangan, beberapa pengguna ponsel berlogo apel tergigit itu, tepatnya model iPhone 6, 6s, dan iPhone SE, melayangkan komplain pada Apple karena handset kesayangan mereka jadi “aneh”. Keanehan yang dimaksud di sini adalah performa saat menjalankan aplikasi yang lebih lama dari biasanya hingga aplikasi yang crash.

Baca juga:

Kesan Pertama Jajal Trio iPhone, iPhone X, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus

Ternyata, dari penjelasan Apple pada Eweek.com (21/12/2017), hal tersebut memang mereka sengaja dan merupakan dampak dari fitur yang mereka sediakan untuk menjaga daya tahan baterai li-ion iPhone. Anda perlu mengoreksi persepsi Anda jika Apple melakukan itu semata-mata agar Anda meng-upgrade iPhone Anda ke model yang lebih baru.

- Advertisement -

“Target kami adalah menyediakan pengalaman terbaik pada pelanggan, termasuk menjaga performa dan memperpanjang usia baterai,” jelas perwakilan raksasa Cupertino itu.

Baca juga:

Diskon Rp10 Juta, iPhone X 64GB di Sini Cuma Rp7.999.000!

Ditambahkan oleh anak buah Tim Cook itu, baterai lithium-ion tak bisa menyuplai daya secara optimal ketika berada di kondisi dingin, saat baterai rendah, atau melemah karena usia. Jika tidak, baterai secara tiba-tiba bisa berhenti bekerja dan device pun akan mati.

Untuk itu, Apple pun merilis fitur di tahun 2016 lalu guna menjaga iPhone tak shut down mendadak. Konsekuensinya itu tadi, performanya menjadi di bawah rata-rata atau kebanyakan orang menyebutnya dengan lemot.

Baca juga:

Apple Launching iPhone X Versi Murah Tahun Depan?

Fitur ini sendiri sudah ditularkan pula ke iPhone 7 dalam sistem operasi iOS 11.2. Ke depannya, Apple pun berencana menambah lagi daftar iPhone yang bisa menjalankan fitur ini.

Semoga konfirmasi langsung dari Apple ini bisa menjawab pertanyaan yang muncul di benak Anda, ya.