Baca Juga: Resmi! Bos Gojek Terima Tawaran Jadi Menteri
"Sudah pasti dari posisi saya di Gojek sudah mundur. Terhitung hari ini sudah tidak ada posisi maupun kewenangan sama sekali," kata Nadiem. Ia mengatakan sejak awal misinya di Gojek adalah membawa nama besar Indonesia di panggung dunia. Ia berharap, dengan memegang jabatan menteri selama lima tahun ke depan, tujuan tersebut bisa terwujud. "Jadi, ini adalah kelanjutan dari misi itu, tapi ini tentu untuk negara dan dalam skala yang lebih besar," tuturnya.Baca Juga: Bos Gojek Jadi Menteri, Netizen Heboh
Seperti diketahui, Gojek merupakan salah satu pemain terbesar di industri internet Indonesia yang booming saat adopsi smartphone meledak. Nadiem memulai Gojek pada tahun 2010 sebagai call center yang mengatur kurir di Jakarta. Pada tahap awal itu, semuanya dilakukan secara manual. Barulah pada tahun 2014, Gojek membuat aplikasi mobile dengan dukungan dari investor ekuitas swasta Northstar Group. Saat memulai debutnya pada Januari 2015, aplikasi Gojek itu sangat populer sehingga Gojek mengaku sempat kewalahan menangani orderan. Saat ini, Gojek memiliki lebih dari 2 juta pengemudi dan 400.000 merchant, sementara aplikasinya telah diunduh lebih dari 155 juta kali di Asia Tenggara. Gojek juga telah ekspansi layanan ke luar negeri seperti Singapura dan Vietnam.