Technologue.id, Jakarta – Apakah Anda tertarik mendapatkan pemasukan tambahan dengan menjadi mitra Uber? Tentunya jika Anda memenuhi persyaratan yang berlaku, Anda boleh menjadi rekan perjalanan pemakai taksi online tersebut.

Namun, Anda perlu mengetahui lebih dulu bahwa peraturan di Uber amat ketat. Hal ini tentu ditujukan untuk memberikan kenyamanan pada pengguna sekaligus menjaga image Uber lewat tingkah laku driver-nya.

Menurut Harry Campbell, kreator blog dan podcast untuk mitra ride-sharing bernama The Rideshare Guy, faktanya ada beragam aturan dari Uber yang dianggap terlalu ketat atau nyeleneh. Akan tetapi jangan coba melanggarnya karena startup asal Amerika Serikat itu tak ragu untuk memberi sanksi berat.

1. Mempromosikan Kompetitor
Di AS, Uber bersaing ketat dengan Lyft. Driver mereka pun faktanya juga ada yang mengobjek menjadi mitra Lyft. Uber sendiri tak melarang driver-nya untuk memasang stiker Uber dan Lyft bersamaan di mobilnya, tetapi kalau ketahuan mempromosikan Lyft dan promonya, oknum Uber tersebut bisa disanksi.

2. Rating Rendah
Ini aturan yang cukup aneh. Melansir keterangan dari Campbell via BusinessInsider (23/07/17), driver dengan rating di bawah 4,6 bisa tiba-tiba dinonaktifkan. Cukup masuk akal jika hal ini dimaknai sebagai upaya Uber memberikan layanan yang optimal, tetapi para penumpang juga sebaiknya tahu bahwa ketika mereka memberikan rating yang asal-asalan, si driver yang mungkin tak bersalah bisa kehilangan sumber pemasukan.

3. Memberikan Tumpangan Gratis
Uber ingin menekankan profesionalisme. Kemampuan tracking Uber pada para mitranya memungkinkan mereka mengetahui apakah ada driver Uber yang doyan memberikan tumpangan secara cuma-cuma, termasuk pada keluarga atau temannya. Hal ini juga berlaku ketika driver Uber mengangkut orang yang bukan penumpang bersamaan dengan penumpang yang memesan mobil mereka via aplikasi.

4. Terlalu Sering Meng-cancel Order
Lagi-lagi, aturan yang lebih menitikberatkan pada kepuasan pengguna terungkap di sini. Menurut Campbell, driver baiknya menjaga persentase pembatalan order di bawah 10 persen supaya tidak tersangkut masalah dengan perusahaan itu.
Maka dari itu, usahakan tidak sering meng-cancel trip karena jarak yang terlalu pendek. Sebab dengan bukti yang tepat, konsumen bisa melaporkannya pada Uber dan hukuman untuk si driver kembali membayangi.

5. Tidak Aktif dalam Sebulan Terakhir
Demi melayani user yang jumlahnya makin banyak, perusahaan ride-hailing app seperti Uber menginginkan mitra yang aktif bekerja. Makanya, mereka tak ragu untuk mencabut keanggotaan supir yang tidak aktif. Kebetulan jika Anda sedang sibuk dengan urusan di luar tetapi tak ingin kehilangan keanggotaan Uber, antarlah penumpang minimal sekali dalam 30 hari.

 

Baca juga:

Kini Anda Bisa Memesan Uber untuk Digunakan Oleh Orang Lain, Secara Khusus!

CEO Uber Mundur dari Jabatannya, Karena Tekanan Investor?

Kehilangan CFO, Uber Rugi Lebih dari Rp9,4 Triliun!