Jaringan 5G Bisa Ganggu Lalu Lintas Udara?

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Dunia telekomunikasi terus berkembang. Kini, 5G dianggap sebagai standar teknologi generasi kelima untuk jaringan seluler broadband, yang mulai digunakan oleh perusahaan telepon seluler, dan merupakan penerus yang direncanakan untuk jaringan 4G.

Saat ini, pengguna mayoritas menggunakan 4G. Berbagai perusahaan teknologi pun juga beramai-ramai menngembangkan 5G yang disebut-sebut bakalan makin cangih, memberikan kecepatan data sebesar 10 hingga 100 kali lebih cepat dari jaringan 4G.

Baca Juga:
2021, Ini Sektor Yang Bakal Nikmati 5G

Di balik kesuksesan itu, rupanya tersimpan kekhawatiran tinggi mengenai munculnya 5G. Pihak militer Amerika Serikat menyebutkan 5G terlalu dekat dengan frekuensi yang digunakan untuk navigasi udara, diwartakan popularmechanics, Selasa (19/1/2021).

Perusahaan penerbangan komersial mengkhawatirkan 5G dapat menyebabkan “kegagalan bencana” dan “banyak kematian,” menurut laporan baru di Defense News. Bahkan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Departemen Perhubungan telah meminta FCC untuk mempertimbangkan masalah tersebut.

Setelah telekomunikasi 5G diperkenalkan di bagian pita 3,7-3,98, ada ‘risiko besar’ bahwa sistem tersebut akan menciptakan ‘gangguan berbahaya’ pada altimeter radar, menurut sebuah studi sebuah organisasi perdagangan pada Oktober 2020. Apalagi jika 5G mulai dijual bebas, khususnya dalam pelelangan. Hal ini telah dilakukan di Amerika Serikat.

Baca Juga:
Indosat Tegaskan Penting Investasi di 5G

Sebuah laporan menyebutkan lelang khusus ini melibatkan spektrum dalam frekuensi 3,7–3,98 GHz, dengan harapan dapat menjual lebih dari 5.000 lisensi overlay penggunaan fleksibel baru. Saat ini, porsi frekuensi 3,7–3,98 GHz dari C-Band relatif tenang, didominasi oleh satelit bertenaga rendah. Selama beberapa dekade, hal ini membuat frekuensi tetangga 4,2-4,4 GHz menjadi tempat yang sempurna untuk pengoperasian altimeter radar, yang juga disebut altimeter radio.

Namun Komisi Komunikasi Federal (FCC) tidak percaya dengan kondisi tersebut. Dalam pembelaannya, FCC mengatakan buffer bandwidth cukup besar sehingga tidak mungkin membuat gangguan altimeter.

- Advertisement -

Latest News

Facebook dan Instagram Dituding Hapus Konten Serangan Israel ke Palestina

Technologue.id, Jakarta - Raksasa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dituding telah menyensor, serta menghapus postingan dan tagar terkait ketegangan baru-baru...

128 Juta iPhone Terinfeksi Malware

Technologue.id, Jakarta - Apple baru-baru ini mengungkapkan bahwa ada upaya penyerangan malware ke ratusan juta pengguna iOS. Sebanyak 128 juta pengguna iOS...

#SavePalestine Bergema Imbas Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa

Technologue.id, Jakarta - Warganet dari seluruh dunia mengecam serangan udara mematikan Israel di jalur Gaza dengan mencuitkan tagar #SavePalestine.

Resident Evil: Village Raup 100.000 Gamer dalam 2 Hari

Technologue.id, Jakarta - Resident Evil: Village berhasil memecahkan rekor baru di Steam. Game besutan Capcom tersebut telah meraih pemain aktif hingga lebih...

PlayStation 5 Masih Langka Hingga Tahun Depan

Technologue.id, Jakarta - PlayStation 5 akan tetap langka hingga tahun 2022. Hal ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer (CFO) Sony, Hiroki...

Related Stories