Technologue.id, Jakarta – Kamis (11/10/2018), Metro.co.uk menuliskan bahwa ada kemungkinan, netizen seluruh dunia bakal kesulitan terhubung ke internet. Penyebabnya, Internet Corporation of Assigned Names and Numbers (ICANN) berencana untuk mematikan root server dan infrastruktur terkait, karena mereka perlu mengganti kunci kriptografi atau key signing key (KSK) yang melindungi Domain Name System (DNS) alias nama domain.

ICANN, yang memang bertugas untuk mengawasi dan menjaga stabilitas operasional internet, disebut bakal menonaktifkan internet selama 48 jam untuk maintenance perdananya ini. Namun ternyata, potensi dampak ini tak akan benar-benar melumpuhkan jaringan internet di Indonesia.

Baca juga:

Kemkominfo: 60 Persen BTS di Sulteng Sudah Berfungsi Normal

Menurut penjelasan dari Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo (12/10/2018), yang berpotensi terdampak dari pergantian KSK root server ICANN tersebut adalah DNS resolver milik Internet Service Provider (ISP), yakni DNS yang berfungsi mencari alamat IP dari nama domain yang dituju.

- Advertisement -

Pergantian root server ICANN ini untungnya telah diantisipasi oleh banyak pengelola nama domain sejak dua tahun lalu di seluruh dunia, termasuk di Tanah Air. Alhasil, para ISP yang sudah menggunakan DNS Resolver terbaru tak akan terkena dampak maintenance ICANN.

Baca juga:

7 Hoax yang Selimuti Bencana Sulteng, Jangan Kemakan Isu!

Namun demikian, Kemkominfo tetap mengimbau para ISP Indonesia yang belum menggunakan DNS Resolver terkini agar tetap waspada. Hal ini ditujukan agar pergantian root server ICANN tidak berpotensi merugikan para pelanggan mereka. Sayangnya, Kemkominfo tak turut menyebut ISP mana saja yang belum menggunakan DNS Resolver terbaru.

Baca juga:

Ini Program Gratis Kominfo untuk Cetak SDM Industri Digital Siap Kerja

Apabila Anda selaku pengguna merasa ada anomali pada koneksi internet Anda, silakan hubungi ISP atau provider pengelola DNS Resolver dan pastikan DNS Resolver-nya berjalan dengan baik.