Technologue.id, Jakarta – Di industri streaming, Netflix masih menjadi pemain besar. Bahkan, perusahaan asal Amerika Serikat ini sudah melebarkan sayap ke banyak negara, termasuk ke Asia. Oktober lalu, diketahui total pelanggan layanan streaming Netflix ada sebanyak 137 jutaan secara global.

Namun, ada satu hambatan yang dialami oleh Netflix. Harga langganan layanannya dianggap masih terlalu tinggi di kawasan-kawasan yang pendapatan per kapitanya lebih rendah dari Amerika Serikat. Inilah yang membuat basis pengguna Netflix seperti di negara-negara berkembang masih tergolong rendah.

Baca juga:

Streaming Jadi Primadona, Pemasukan Netflix Meroket Hampir 100 Persen

Melansir AndroidCommunity.com (13/11/2018), perusahaan yang dikomandoi oleh Reed Hastings itu berencana untuk menurunkan biaya langganannya. Dengan harapan, user potensial mau beralih dari layanan streaming lain atau bahkan memulai experience streaming-nya langsung di Netflix.

- Advertisement -

Jika jadi ditempuh, langkah ini termasuk yang baru bagi Netflix. Hastings, sang CEO, menyatakan pihaknya terbuka untuk bereksperimen soal harga.

Baca juga:

Bosan Nonton Netflix? Coba 5 Aplikasi TV Streaming Android Ini

Untuk saat ini, layanan termurah Netflix di AS adalah US$7,99 (sekitar Rp118 ribu). Banderol itu jauh lebih murah dibandingkan dengan ongkos langganan di Indonesia, yakni mulai Rp109 ribu.

Baca juga:

Iflix Kids, Layanan Video Streaming Khusus untuk Buah Hati

Kendati demikian, belum bisa dipastikan apakah harga langganan yang akan diturunkan untuk negara-negara potensial di Asia ini merupakan paket termurah atau basic. Pun negara mana saja yang bakal menikmati diskon dari Netflix ini.