Technologue.id, Jakarta – Di saat Indonesia masih berdebat kapan teknologi jaringan 5G bisa diterapkan, Jepang justru membidik untuk bisa menghadirkan teknologi jaringan nirkabel 6G pada tahun 2030 mendatang. Proyek ini dikatakan akan melibatkan perwakilan dari sektor swasta, universitas, dan juga berbagai pihak yang bergerak di bidang industri.

Melansir dari Mashable (23/1/2020) negara asal Doraemon tersebut telah menggelontorkan dana sebesar US$ 2,03 miliar untuk penelitian 6G. Pemerintah Jepang juga mengatakan sedang mengerjakan cetak biru yang mendetil untuk jaringan komunikasi 6G.

Baca Juga:
Soal 5G, Telkomsel: Secara Teknis Kita Siap

Selain itu, diskusi panel mengenai perkembangan teknologi, potensi, metode pemanfaatan dan kebijakan juga sudah difokuskan dalam proyek masa depan ini. Sayangnya, nama-nama anggota panel yang berdedikasi pada proyek ini masih belum diungkapkan.

Menteri komunikasi Jepang, Sanae Takaichi mengatakan, “Pengenalan standar yang baik untuk jaringan komunikasi nirkabel generasi mendatang sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing internasional Jepang.”

Jepang sendiri sebetulnya berada dibelakang Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam meluncurkan layanan komersial 5G. Dengan begitu, proyek ini bisa dikatakan sebagai serangan balik dari ketertinggalan Jepang tersebut.

Baca Juga:
Pentingnya 5G untuk Revolusi Industri

Sayangnya, Jepang juga bukanlah yang pertama dalam membahas proyek jaringan 6G. Pada November 2019 lalu, China sudah lebih dulu mengklaim tengah berupaya mengembangkan teknologi 6G.

Meski begitu, Jepang sebaiknya jangan terlalu larut dalam kekecewaan. Pasalnya, masih ada negara Indonesia yang belum jelas soal penerapan teknologi 5G. Meskipun telah dinyatakan sukses melakukan serangkaian uji coba teknologi 5G, Indonesia masih tersandung regulasi dan ekosistem yang belum kuat.