Kanal Digital Dompet Dhuafa Naikkan Animo Masyarakat Berkurban Meski Di Tengah Pandemi Covid-19

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19 tidak berpengaruh besar terhadap transaksi berkurban secara digital, bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas bergama Islam, berkurban merupakan keharusan bagi yang mampu. Di tambah lagi dengan pembatalan keberangkatan haji, maka masyarakat memilih untuk berkurban di daerahnya masing-masing.

Peningkatan daya beli kurban dirasakan Dompet Dhuafa yang hingga saat ini untuk penjualan kambing premium dengan bobot di atas 35 Kg sudah habis terjual. Daya beli masyarakat melalui kanal digital hingga platform e-commerce masih sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19. (Kamis, 09/07)

Sampai saat ini Dompet Dhuafa terus melakukan optimalisasi dan sosialisasi yang masif kepada calon donatur maupun pekurban melalui kanal tersebut, sehingga donatur atau pekurban mempunyai pilihan kemudahan dalam bertransaksi digital. Cukup melalui mobile banking, transfer bank, cash, dompet elektronik, QRIS, maupun aplikasi seperti WhatsApp Pay berbasis Virtual Account calon pekurban dapat membeli hewan kurban yang ditawarkan oleh Dompet Dhuafa. Saat ini, tidak kurang dari 30 mitra strategis yang berkolaborasi Bersama Dompet Dhuafa.

“Memang benar, kurban digital menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin berkurban di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat pun bisa langsung menanyakan kondisi hewan kurban kepada Dompet Dhuafa tentunya. Kami selama Tebar Hewan Kurban (THK) menyediakan berbagai layanan digital untuk memudahkan masyarakat, bahkan dengan ujung jari dan ponsel pintar di genggaman, masyarakat bisa berkurban. Layanan digital Dompet Dhuafa meliputi layanan landing page donasi kurban, transfer donasi kurban melalui e-mobile banking di seluruh masing-masing perbankan dan melalui layanan digital kita yang baru yaitu WhatsApp Pay.” Ucap drg. Imam Rulyawan MARS., sebagai Direktur Eksekutif DD.

“Berbasis digital e-commerce hingga platform digital, berkuban saat ini memudahkan para milenial untuk berkurban dengan tetap meminimalisir potensi terjadinya penularan Covid-19 seiring meningkatnya aktivitas dan interaksi antar-masyarakat saat pelaksanaan kurban. Terbukti dari minat para pekurban dalam penjualan kambing premium Dompet Dhuafa. Selain itu pencapaian kurban diyakini akan melonjak dan terus bertumbuh daripada tahun lalu. Di tambah daya beli masyarakat yang tinggi serta batalnya pemberangkatan haji tahun ini menciptakan daya ekonomi berkurban dalam negeri cukup tinggi,” lanjut drg. Imam Rulyawan MARS.

Melalui kanal digItal yang ditawarkan untuk masyarakat memiliki opsi atau pilihan bagi pekurban atau donatur untuk berkurban melalui Dompet Dhuafa, yakni mulai dari Kambing standar, Kambing Medium, 1/7 Sapi hingga Sapi, sementara untuk Kambing Premium sudah terjual habis. Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan capaian kurban domba kambing (doka) dikisaran angka 30.000 ekor dan 1.000 ekor sapi atau setara 7.000 ekor doka sedangkan secara nasional target keseluruhan dengan pengelolaan kurban di cabang-cabang sekitar 44.000 ekor setara doka. Tahun 2020 ini, Dompet Dhuafa menggandeng 15 mitra kelompok ternak. Rencana kami akan sebarkan ke 34 Provinsi yang ada di Indonesia serta tentunya akan menjamah masyarakat terpencil, tertinggal, terpelosok hingga wilayah perbatasan yang rata-rata mengalami ekonomi sulit.

“Sebagai upaya untuk menjaga kualitas hewan kurban, semua ketersedian hewan kurban di berbagai lokasi sentra ternak binaan kami wajib melakukan penimbangan dan memastikan kondisi kesehatan hewan kurban begitupun para peternak di jamin bebas dari segala penyakit. Di tengah pandemi Covid-19, program THK juga bergulir dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaan rapid test bagi peternak juga dipilih untuk menjamin kelancaran program tersebut,” ujar Jainal Abidin, Ketua Tebar Hewan Kurban DD 2020.

“Harga yang kami tawarkan ke masyarakat terutama donatur maupun pekurban mempunyai nilai yang cukup terjangkau, dengan rincian harga untuk Kambing standar senilai Rp.1.490.000,- dengan bobot 23-28 Kg, untuk Kambing medium dengan bobot 29-34 Kg senilai Rp.1.690.000,- sementara 1/7 Sapi dengan bobot 250-300 Kg senilai Rp.1.855.000,- dan untuk seekor sapi dengan bobot 250-300 Kg senilai Rp.12.975.000,- sementara untuk kambing premiun sudah terjual habis,” lanjut Zainal.

Selain itu, Dompet Dhuafa memakai sistem informasi Teknologi dalam hal laporan kepada donatur atau pekurban melalui digital, merupakan hal strategis Dompet Dhuafa untuk bisa memberikan transparansi kepada donatur maupun pekurban. Melalui sistem dashbord terkait dengan data penghimpunan kurban maupun sebaran program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa, upaya memberikan layanan paripurna sehingga donatur atau pekurban bisa memastikan kurbannya tersampaikan tepat sasaran.

Program Tebar Hewan Kurban juga bergulir melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan telah melewati tahapan seleksi dan pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa. Mengingat program tersebut merupakan perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian peternak lokal binaan yang dulunya terbatas akan modal dan sasaran pasarnya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories