Kanguru “Lumpuhkan” Mobil Pintar Volvo

Ilustrasi kanguru (source: Wikimedia)

Technologue.id, Jakarta – Self-driving car dewasa ini digadang-gadang sebagai teknologi yang akan dinimkati manusia secara luas di masa yang akan datang. Sektor ini pun lantas jadi lahan yang coba dikembangkan oleh perusahaan teknologi seperti Google, Uber, dan Tesla, walaupun perusahaan otomotif ternama juga turut bermain.

Volvo, misalnya, sudah mulai menguji mobil pintarnya di Australia. Sayang, “penduduk asli” negara itu tidak menyambut baik kendaraan tanpa awak Volvo.

Melansir Engadget (01/07/17), ketika sedang menguji mobilnya di Australia, Volvo mendeteksi bahwa Kanguru adalah objek yang mengganggu dan membingungkan mobil pintar mereka. Sistem pendeteksi di mobil tersebut kesulitan memahami pergerakan mamalia yang jago melompat itu.

“Saat Kanguru sedang melompat di udara, sistem mendeteksinya masih jauh, tetapi begitu ia mendarat di tanah, sistem mendeteksinya sebagai objek yang dekat,” jelas Technical Manager Volvo Australia, David Pickett.

Di negeri asalnya, Kanguru memang tercatat sebagai hewan yang paling sering menyebabkan kecelakaan. Tentunya ketika self-driving car disebut sebagai teknologi masa depan yang bahkan bisa lebih “hebat” dari pengemudi sungguhan, kelemahan ini harus menjadi pekerjaan rumah yang diselesaikan tak hanya oleh Volvo tetapi vendor smart car lain.

Sebenarnya, perusahaan otomotif asal Swedia itu sudah pernah diuji dengan hewan sebelumnya, yakni Rusa. Akan tetapi, Kanguru sepertinya punya pergerakan yang tak sederhana sehingga Volvo perlu menyempurnakan sistemnya lebih jauh lagi.

 

Baca juga:

Ternyata, Makin Banyak Orang Beli Mobil Pintar

Mobil Pintar Uber Tabrak Mobil Lain, Apakah Ada Korban Jiwa?

Kota Mana Saja Sih yang Layak Dimasuki Mobil Pintar?