Technologue.id, Jakarta – Kantar Indonesia menggelar forum bisnis Onward by Kantar: Shape Indonesia’s Future, Together. Forum ini mempertemukan para pemimpin perusahaan, pemasar, dan pelaku industri untuk membahas peluang pertumbuhan bisnis di tengah perubahan ekonomi dan teknologi.
Forum ini menjadi penting karena penggunaan teknologi digital di Indonesia terus meningkat. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) atau AI generatif.
Berdasarkan riset terbaru Kantar, Indonesia menjadi negara dengan tingkat penggunaan Gen-AI tertinggi di dunia. Sebanyak delapan dari 10 konsumen di Indonesia sudah mencoba dan menggunakan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Senior Director, Brand Guidance Solutions Lead Kantar Indonesia, Adji Saputro, mengatakan perusahaan perlu memahami perubahan perilaku konsumen jika ingin terus berkembang.
Menurut Adji, selain memahami konsumen, perusahaan juga harus memiliki keunikan yang membuat mereknya berbeda dari kompetitor.
Merek yang memiliki diferensiasi kuat, kata dia, memiliki peluang tumbuh hingga dua kali lebih besar dibandingkan kompetitornya.
“Perkembangan teknologi mesin pencari berbasis AI kini bergeser menjadi kanal interaksi penting yang memengaruhi tingkat kesadaran merek serta proses pengambilan keputusan konsumen dalam memilih produk,” ujar Adji.
Artinya, AI kini tidak hanya digunakan untuk mencari informasi. Teknologi tersebut juga mulai memengaruhi cara masyarakat mengenal sebuah merek dan menentukan produk yang akan dibeli.
Managing Director Kantar Indonesia & Thailand, Nadya Ardianti, mengatakan perubahan pasar yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama antar-pelaku industri.
Menurutnya, forum Onward 2026 menjadi tempat bagi para pelaku bisnis untuk berbagi data, pengalaman, dan informasi mengenai perubahan pasar.
Dengan informasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat membuat keputusan bisnis dengan lebih percaya diri dan berdasarkan data.
“Onward by Kantar: Shape Indonesia’s Future, Together” menghadirkan diskusi panel dan sesi breakout yang membahas perubahan perjalanan konsumen dari pasar konvensional menuju ekosistem digital.
Perkembangan pasar digital Indonesia juga terjadi bersamaan dengan pertumbuhan nilai merek di Asia Tenggara.
Laporan Kantar BrandZ Asia Tenggara 2026 mencatat nilai gabungan 30 merek paling bernilai di kawasan tersebut mencapai US$165,3 miliar.
Nilai itu meningkat 26 persen dibandingkan 2024 dan naik 38 persen dibandingkan 2023.
Kantar menyebut salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut adalah konsep Meaningful Difference. Sederhananya, sebuah merek harus dianggap penting oleh konsumen sekaligus memiliki sesuatu yang berbeda dari merek lainnya.
Di Indonesia, Telkomsel menjadi salah satu merek yang mencatatkan pertumbuhan. Telkomsel berada di peringkat ke-10 dalam daftar merek paling bernilai di Asia Tenggara dengan nilai mencapai US$4,726 miliar. Nilai tersebut naik 3 persen dibandingkan 2024.
Dalam forum tersebut, Kantar juga menekankan pentingnya penggunaan data konsumen dalam mengambil keputusan bisnis.
Berdasarkan temuan Kantar, perusahaan yang berhasil mencapai target utama pemasarannya memiliki kemungkinan 1,6 kali lebih besar untuk meningkatkan pertumbuhan laba bisnis secara keseluruhan.
Para peserta juga membahas bagaimana kreativitas yang memiliki tujuan atau purpose-driven creativity dapat membantu perusahaan melihat apakah sebuah tren akan bertahan lama atau hanya menjadi tren sesaat.
Riset pasar yang tepat juga dapat membantu perusahaan mengurangi risiko ketika meluncurkan produk baru. Selain itu, data dapat digunakan untuk menentukan penggunaan anggaran promosi agar lebih efektif di berbagai media digital.
Melalui Onward 2026, Kantar Indonesia menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diikuti dengan pemahaman yang lebih baik terhadap konsumen.
Penggunaan AI yang semakin luas membuat perusahaan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi. Mereka juga harus memahami bagaimana teknologi tersebut mengubah kebiasaan dan keputusan konsumen.