Karyawan Facebook Walkout Virtual Gara-gara Postingan Donald Trump

Technologue.id, Jakarta – Karyawan Facebook mengambil sikap terhadap kepemimpinan Mark Zuckerberg dalam menghadapi postingan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ratusan karyawan melakukan aksi mogok kerja virtual sebagai bentuk protes atas keputusan nomor satu di perusahaan itu karena tidak menghapus status-status kontroversial Trump yang mendorong kekerasan terkait aksi protes kematian George Floyd.

Melansir The New York Times (1/6/2020), walkout virtual ini didorong oleh rasa kekecewaan karyawan Facebook terhadap sikap diam perusahaan. Padahal unggahan Trump itu secara tidak langsung mendorong rasialisme sekaligus mewajarkan kekerasan pada demonstran.

Baca Juga:
Buntut Seteru dengan Twitter, Donald Trump Gagas Aturan Media Sosial

Selama seminggu terakhir, Donald Trump sibuk membuat posting-an di media sosial terkait aksi protes George Floyd di AS.

“Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai,” tulisnya di media sosial.

Di sisi lain, postingan ini di Twitter telah ditempelkan label peringatan “glorifikasi kekerasan’ di cuitan tersebut. Sementara Google, juga secara terang-terangan menuliskan bahwa pihaknya mendukung kesetaraan ras dan mengizinkan siapa pun mengakses informasi soal itu.

Namun sesuai arahan dari Zuckerberg, Facebook tidak lantas melakukan sensor terhadap posting-an Donald Trump. Padahal jejaring sosial itu berwenang untuk menghapus penyebaran konten disinformasi dan yang dapat memicu kekerasan.

Selama setahun terakhir, Zuckerberg memang menentang kehadiran fitur fact-checking. Dia mengatakan bahwa pengguna harus dapat melihat beragam posting dari para politisi dan selanjutnya memutuskan apa yang harus mereka percayai sendiri.

“Saya bekerja di Facebook dan saya tidak setuju dengan bagaimana kantor saya bertindak. Mayoritas dari karyawan merasakan hal yang sama. Kami berusaha agar suara kami didengar,” tulis seorang karyawan Facebook, Jason Toff, di Twitter.

“Membuat saya sedih dan malu,” tulis karyawan lain. “Semoga ini bukan penilaian terakhir? Mudah-mudahan masih ada seseorang di suatu tempat yang mendiskusikan bagaimana dan mengapa ini jelas mengadvokasi kekerasan?”

Baca Juga:
Cuitannya Dicap Hoax, Donald Trump Ancam Tutup Twitter

Para karyawan Facebook juga meminta cuti untuk mendukung para demonstran di seluruh AS dan membuat pesan otomatis di email yang menyebutkan mereka keluar dari kantor untuk melakukan unjuk rasa.

Seiring semakin banyak karyawan yang mengkritik keputusan Zuckerberg, perusahaan mengatakan kepada CNN: “Kami menyadari rasa sakit yang dirasakan banyak orang kami saat ini, terutama komunitas kulit hitam. Kami mendorong karyawan untuk berbicara secara terbuka ketika mereka tidak setuju dengan kepemimpinan. Saat kami menghadapi keputusan sulit tambahan seputar konten di depan, kami akan terus mencari feedback jujur ​​mereka.”

Recent Articles

Karyawan Outsourcing Bobol Data Denny Siregar, Kok Bisa?

Technologue.id, Jakarta - Media sosial dihebohkan dengan tertangkapnya pelaku pembobol data pribadi Denny Siregar yang merupakan karyawan outsourcing Telkomsel. Tanda tanya besar...

Terancam Digugat Rp 15 Triliun, Telkomsel: Silahkan Saja

Technologue.id, Jakarta - Kasus kebocoran data Denny Siregar membuat Telkomsel harus menelan pil pahit lantaran akan digugat senilai Rp 15 triliun rupiah.

PUBG Mobile Luncurkan Peta Livik untuk Pertempuran Gesit dan Epik

Technologue.id, Jakarta - PUBG Mobile bakal luncurkan peta baru yang dirancang khusus untuk pertandingan kecil dan cepat. Peta Livik membentang dua kilometer dan...

Data Pelanggan Bocor, Telkomsel Janji Berbenah

Technologue.id, Jakarta - Telkomsel secara resmi menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan data pelanggan. Anak perusahaan Telkom Group tersebut mengaku akan berbenah agar...

Kisah Hidup Karakter Antonio dari Free Fire

Technologue.id, Jakarta - Free Fire adalah game mobile battle royale paling populer di dunia saat ini. Game ini memiliki sistem karakter yang...

Related Stories