Technologue.id, Jakarta – Kehidupan manusia saat ini mulai beralih dunia nyata ke jaringan internet. Teknologi yang bergerak cepat ternyata tak hanya menyeret orang dewasa tapi juga remaja bahkan anak-anak berikut dampak positif dan negatifnya.

Norton Cyber Security Insight Report melakukan penelitian yang menyoroti kekhawatiran orangtua tentang anak-anak di dunia online. Cyberbullying, predator online, dan masalah keamanan privasi adalah beberapa masalah terbesar orang tua di Indonesia seiring dengan bergesernya aksi bullying dari taman bermain ke dunia online.

Laporan ini menemukan bahwa 37 persen orang tua Modern/Millenial di Indonesia yang disurvei percaya bahwa anak-anak mereka lebih mungkin untuk diintimidasi di dunia online dibandingkan di tempat bermain dan 68 persen khawatir anak-anak mereka akan memberikan informasi pribadi terlalu banyak kepada orang asing.

Selain itu, orang tua juga khawatir tentang anak-anak mereka yang tertarik untuk bertemu dengan orang asing di luar sebanyak 69 persen dan lebih banyak orang tua yang khawatir jika anak-anak mereka akan diintimidasi secara online sebesar 61 persen dibandingkan jika anak-anak mereka mengambil peran sebagai pengganggu secara online sebesar 55 persen.

“Pada tahun lalu Norton telah melihat tingkat kesadaran keamanan online orang tua meningkat tajam seiring dengan teknologi yang semakin melekat kuat di rumah,” kata Choon Hong Chee, Director Asia Consumer Business Norton.

Chee juga menjelaskan bahwa anak-anak menjadi semakin nyaman dengan perangkat teknologi seperti smartphone atau tablet. Akibatnya, para orang tua harus proaktif dalam mendidik anak-anak mereka tentang keamanan online.

“Melindungi anak-anak di dunia online menjadi beban yang lebih berat bagi para orang tua dari masalah yang pernah ada karena cyberbullying, predator online dan masalah keamanan privasi yang sekarang menjadi kekhawatiran dunia nyata,” tandasnya.