Technologue.id, Jakarta – Seiring perkembangan teknologi digital 4.0, maka sektor industri menjadi semakin kompetitif, termasuk di industri kuliner. Namun demikian, hal tersebut harus dimanfaatkan dalam rangka mendorong pengembangan industri kuliner lokal.

Di tahun 2019 sebanyak 15 juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk di bidang kuliner, kini sudah mulai bertransformasi ke ranah digital dengan rata-rata kenaikan omzet sekitar 80%. Tumbuhnya penyedia layanan berbasis teknologi di industri kuliner turut memegang peran penting bagi kemajuan bisnis ini.

Baca Juga:
Pamer ke Global, GoFood Gagas Serial Petualangan Kuliner

“Dengan makin banyaknya perusahaan teknologi digital, kita makin senang, karena merchant ada tempat untuk promosi. Pedagang dulu itu tidak punya budget promosi dan tidak tahu cara berpromosi padahal makanannya enak. Platform itu membantu mereka, karena platform-platform ini kan sharing economy,” ujar Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, saat menghadiri kampanye GoFood #PetualanganKuliner, di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dijelaskan Rizki, saat ini mau tidak mau industri pariwisata tanah air harus berpegangan pada digital. Di bawah kepemimpinan Wishnutama selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode baru, Kemenpar akan mengandalkan teknologi guna memperkenalkan kuliner asli Indonesia secara lebih luas kepada dunia internasional.

“Menteri kita sekarang mas Wishnu juga memang sudah sangat paham bahwa kedepan pariwisata itu harus didukung dengan digital. Kenapa begitu? karena customer sudah begitu (akrab teknologi). Once kita tidak begitu, kita akan ketinggalan. Soal kuliner, berdasarkan kebijakan dari Bapak Presiden, untuk mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga:
Transaksi GoFood Melejit Dua Kali Lipat Selama Tahun 2019

Wisata belanja dan kuliner merupakan salah satu wisata yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian. Kedua wisata tersebut ini menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional.

“Secara proaktif, kami mendorong promosi kuliner Indonesia di pasar potensial misalkan dengan menghadirkan lima ikon kuliner versi Kemenparekraf, yaitu soto, sate, rendang, nasi goreng, dan tumpeng di festival-festival kuliner mancanegara,” tuturnya.