Technologue.id, Jakarta – Indonesia mematok target empat medali emas dari cabang olahraga eSports di SEA Games 2019. Pemerintah yakin dengan potensi yang dimiliki oleh atlet eSports Indonesia mampu mempersembahkan lebih dari dua medali emas bagi Indonesia di Sea Games ke 30 itu.

“Kansnya bagus karena tadi malam barusan ada juara dunia Mobile Legends, tim kita menang di Malaysia. Dan itu hal yang positif. Federasi eSports (dalam hal ini Indonesia eSports Association / IESPA) hanya menargetkan dua medali emas, tapi dengan tampilnya juara dunia baru, kita harap lebih dari dua. Dua emas bagi kami terlalu kecil. Moga-moga empatlah (medali emas),” Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), saat hadir di pengumuman kampanye Gojek MenangIndonesia, di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu turut mempertandingkan cabang olahraga eSports, dengan enam nomor terpilih yakni Arena of Valor (AOV), Mobile Legends, Tekken 7, Dota 2, Hearthstone, dan Starcraft II.

Indonesia eSports Association (IESPA) kemudian membentuk tim yang dihuni oleh para pemain eSports terpilih, yang memiliki segudang prestasi dan sudah malang melintang di kompetisi nasional hingga internasional.

Dari enam nomor tersebut, wakil Indonesia di game AOV dan Mobile Legends memang bukan pemain biasa. Mereka adalah pemain profesional dari berbagai tim eSports, yang sudah terbiasa menghadapi lawan di kancah Asia Tenggara. Dengan ‘amunisi’ ini, Kemenpora optimis eSport dapat menyumbangkan 4 medali emas.

“Apalagi kemarin saat eksibisi di Asian Games 2018, kita hampir menguasai sebagai besar perolehan juara pertama. Eksibisi Asian Games kemarin belum dilihat sebagai perolehan medali di Asian Games,” jelas Gatot.

Soal anggaran, Ia mengaku bahwa porsi yang disiapkan untuk atlit eSports berlaga di SEA Games 2019 memang tidak sebanyak cabang olahraga (cabor) lainnya. Hal ini karena mengacu pada klasterisasi cabang olahraga mana yang lebih banyak menyumbang medali emas.

“(Anggaran) eSports tidak terlalu banyak karena ada klasterisasi, eSports masuk cluster 4. Cluster 1 itu ada pernah bukti perolehan di Olimpiade, cluster 2 di Asian Games, lalu cluster 3 yang kasih emas di SEA Games. Nah eSports masuk ke cluster keempat. Biarkan eSports merangkak dulu karena berbeda dengan cabor-cabor yang lain,” jelasnya.

SEA Games 2019 sendiri akan dilangsungkan di Filipina mulai 30 November hingga 11 Desember mendatang. Saat ini eSports kembali menjadi cabang olahraga eksibisi, setelah sebelumnya menuai komentar positif di ajang Asian Games 2018 lalu