Kena Serangan Siber, Sistem Garmin Berangsur Pulih

Technologue.id, Jakarta – Serangan siber yang dialami oleh produsen fitness-tracker Garmin membuat seluruh sistem perusahaan lumpuh. Akibatnya, sejumlah layanan kebugaran tidak bisa diakses pengguna.

Dalam pernyataan resminya, Garmin mengakui bahwa telah menjadi korban serangan dunia maya yang mengenkripsi beberapa sistem mereka. Beruntungnya, tidak ada informasi data pelanggan yang dibobol.

“Banyak layanan online kami terganggu termasuk fungsi situs web, customer support, aplikasi untuk pelanggan, dan komunikasi perusahaan. Namun Kami tidak memiliki indikasi bahwa data pelanggan, termasuk informasi pembayaran dari Garmin Pay, diakses, hilang atau dicuri,” katanya, dikutip dari BBC.com (27/7/2020).

Baca Juga:
Sistem Garmin Lumpuh Akibat Serangan Siber Brutal

Perusahaan berharap semua sistemnya akan kembali beroperasi normal dalam beberapa hari.

“Sistem yang terdampak sedang dipulihkan dan kami berharap untuk kembali ke operasi normal selama beberapa hari ke depan. Kami tidak mengharapkan dampak material terhadap operasi atau hasil keuangan kami karena pemadaman ini. Ketika sistem kami yang terdampak dipulihkan, mungkin ada beberapa penundaan karena tumpukan informasi sedang diproses,” jelasnya.

Reporter cyber BBC Joe Tidy mengatakan bahwa malware yang menyerang sistem Garmin adalah Wasted Locker. Ini adalah sebuah program yang mengacak data target, dan pertama kali terdeteksi sekitar bulan April.

Korban biasanya dihubungi setelah komputer mereka terinfeksi, dan diberitahu bahwa mereka harus mentransfer dana jika mereka ingin mengembalikan file ke keadaan semula.

Laporan sebelumnya mengklaim bahwa perusahaan telah diperas untuk membayar US$ 10 juta (atau sekitar Rp 145 miliar) untuk mendapatkan sistemnya kembali online.

Namun hingga kini belum diketahui apa tindak lanjut dari Garmin, apakah membayar uang tebusan atau tidak.