Home Apps Kominfo Ralat Nama Aplikasi Lacak Pasien Corona

Kominfo Ralat Nama Aplikasi Lacak Pasien Corona

Technologue.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengatakan bahwa Kominfo dan Kementerian BUMN saat ini sedang mengembangkan aplikasi untuk tracing, tracking dan fencing untuk menanggulangi dan mencegah pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia. Namun Ia meralat penggunaan nama Trace Together untuk aplikasi tersebut.

Aplikasi yang bisa melacak pergerakan pasien Corona itu akan diberi nama PeduliLindungi untuk sementara. Saat ini Ia masih mengajukan nama resmi kepada Presiden.

Baca Juga:
Kominfo Garap Aplikasi Trace Together untuk Lacak Pasien Corona

“Masih akan dimintakan persetujuannya kepada Bapak Presiden. Kita berharap Beliau yang akan memberikan nama resminya nanti. Saat ini dashboard surveillance berbasis web page dan aplikasi tracing trackingnya yang digunakan oleh pemerintah sudah siap digunakan,” jelas Johnny dalam keterangan resminya.

Johnny mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut asli besutan developer lokal, dan bukannya memesan dari Singapura. “Aplikasi ini dibuat oleh anak negeri kita dan didedikasikan untuk negara dalam menghadapi darurat dan keadaan luar biasa nasional dan global,” kata Johnny.

Johnny menambahkan nantinya aplikasi ini dapat diakses oleh masyarakat luas tidak hanya pasien positif COVID-19 saja.

“Aplikasi ini dimaksudkan untuk melindungi baik pasien positif, ODP, PDP, suspect maupun masyarakat luas. Oleh karena itu aplikasi saat ini terus didevelop agar bisa diinstall oleh tidak hanya pasien positif, ODP, PDP dan Suspect tapi oleh seluruh masyarakat melalui smartphone,” imbuh Johnny.

Baca Juga:
Lawan Corona, Kominfo Apresiasi Platform Digital Karya Anak Bangsa

Johnny menambahkan bahwa aplikasi PeduliLindungi ini memiliki konfigurasi berbeda dengan aplikais TraceTogether milik Singapura, meskipun fungsinya sama. Ia menambahkan akan ada beberapa fitur yang dikembangkan menyesuaikan masyarakat Indonesia.

“Mengingat infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi kita yang berbeda dengan subscriber hampir 300 jutaan MSISDN. Di samping itu fiturnya juga lebih kaya misalnya akan dikembangkan fitur fencing dan warning,” jelas Johnny.