Komitmen Huawei untuk Bangun Infrastruktur TIK dan SDM di Indonesia

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Perusahaan teknologi, Huawei, berkomitmen untuk ikut bangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta dukung talenta digital di Indonesia.

Direktur Sumber Daya Manusia Huawei Indonesia, Dani K. Ristandi, pada pertemuan virtual mengatakan bahwa. “Pembangunan infrastruktur TIK baik untuk industri TIK maupun sektor lain, menggunakan teknologi yang tepat dan terkini untuk membantu pemangku kepentingan dalam pembangunan infrastruktur dan transformasi digital.”

Baca Juga:
Pendapatan Huawei Tetap Stabil di 2020

Dari sisi sumber daya manusia, Huawei berupaya penuhi kebutuhan talenta digital dan penguatan talenta digital di Indonesia dengan berbagai pendidikan, pelatihan sampai kompetisi di bidang TIK.

Untuk hasilkan sumber daya manusia yang terampil, siap menghadapi tantangan transformasi TIK dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.” Tambah Dani.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Strategi TIK dan Bisnis Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi, menjelaskan teknologi informasi dan komunikasi berperan penting dalam pembangunan yang berkelanjutan, yaitu untuk tingkatkan akses terhadap informasi dan layanan; meningkatkan konektivitas antara individu dengan organisasi; dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sumber daya.

Baca Juga:
Joe Biden Perketat Aturan Kerja Sama dengan Huawei, China Marah

Huawei melihat ada tiga hal utama dalam aktivitasnya di Indonesia. Dari segi teknologi, Huawei ingin hadirkan teknologi terjangkau dan hapus rintangan lewat inovasi di bidang konektivitas, kecerdasan buatan, komputasi cloud, dan perangkat seluler bergerak.

Dari segi aplikasi, Huawei ingin hadirkan ekosistem digital dan bantu developer bangun aplikasi untuk berbagai komunitas dan industri.

Dari segi keterampilan, Huawei berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah setempat, organisasi maupun komunitas untuk tingkatkan skill digital masyarakat.

Menurut Huawei, edukasi berperan penting untuk atasi jarak antara lulusan akademik dengan kebutuhan industri.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories