Technologue.id, Jakarta – Indonesia mengalami pertumbuhan technopreneur yang cukup signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Berbagai perusahaan perintis (startup) di bidang transportasi, finansial, gaya hidup hingga pendidikan terus bermunculan.

Namun kendala yang acapkali dihadapkan pada technopreneur tanah air, ialah masalah biaya disaat hendak memulai usaha. Tak hanya tempat untuk bekerja, bahkan pengadaan server juga butuh modal besar. Setidaknya dua sampai tiga buah server.

“Ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi para pebisnis awal. Bagi yang ingin memulai karir sebagai technopreneur, seharusnya tak perlu khawatir lini bisnis startup mereka menggunakan Cloud terutama soal biaya-biaya, seperti untuk kantor dan server. Pasalnya, para karyawan di dalamnya bisa tetap bekerja, dimanapun dan kapanpun,” ujar Tony Seno Hartono, National Technology Officer, Microsoft Indonesia.

Azure sebagai layanan komputasi awan milik Microsoft telah dimanfaatkan oleh sederet merek, sebut saja diantaranya perusahaan aviasi, Garuda Indonesia, hingga BPJS. Sedangkan salah satu startup lokal yang telah memanfaatkan layanan Cloud Microsoft, adalah startup di bidang pendidikan, Kelase.

- Advertisement -

Sejak awal berdiri pada 2014, para developer Kelase yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia berkolaborasi dalam pemrograman dan kurasi konten edukasi untuk mengembangkan platform Kelase menggunakan komputasi awan.

Menurut Chief Operating Officer Kelase, Winastwan Gora, komputasi awan biasa pihaknya gunakan untuk melakukan virtual meeting dengan tim developer, sedangkan kantor fisik hanya dipakai oleh tim manajemen saja.

Selain itu, pemakaian komputasi awan turut dimanfaatkan untuk berbagi timeline kerja, job desk, project management, mengelola file dan kode program, mengumpulkan survey, serta menganalisa data. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, berarti penghematan biaya dan juga infastruktur dalam pembelian beberapa komponen komputer yang dibutuhkan telah dilakukan.

Adapun layanan komputasi awan yang ditawarkan Microsoft Azure lainnya, yaitu layanan pay as you go. Dimana para technopreneur hanya perlu membayar layaknya kuota seberapa besar yang telah mereka gunakan. Sistem komputasi awan tersebut kemudian bakal melakukan penagihan per menit sehingga memungkinkan kapasitas infastruktur seperti komputasi, storage, dan bandwidth bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Sementara itu, Tony juga menambahkan, bahwa komputasi awan juga bisa digunakan untuk pemetaan target konsumen. Hal ini sangat berguna bagi startup yang bergerak di bidang penawaran jasa dan produk. Mereka bisa menawarkan jasa dan produk secara lebih tepat dan efisien.