Technologue.id, Jakarta – Ericsson baru saja mengumumkan laporan penelitian Consumer Lab bertema 5G Consumer Potential. Laporan tersebut mengungkapkan ekspektasi konsumen terhadap teknologi 5G dan penerapannya. Di Indonesia hampir setengah pengguna smartphone bersedia beralih operator jika operator yang dipakai saat ini tak menawarkan layanan 5G.

Baca juga:

Ericsson Pastikan Operator Migrasi ke 5G Berjalan Lancar

Perkembangan teknologi yang semakin modern meningkatkan kesadaran konsumen mengenai 5G. Rata-rata responden yakin dalam dua tahun ini Indonesia akan menerapkan teknologi 5G. Tarif yang bersedia dibayarkan untuk layanan 5G adalah Rp30 ribu, bahkan early adopter bersedia membayar lebih mahal, yaitu Rp50 ribu.

Ekspektasi penerapan teknologi 5G (Endah/Technologue.id)
Ekspektasi penerapan teknologi 5G (Endah/Technologue.id)
- Advertisement -

“Kami menemukan fakta bahwa konsumen di Indonesia sangat menantikan kehadiran 5G. Bagi operator hal ini merupakan potensi bisnis untuk meningkatkan pendapatan sebesar 30% dari pasar 5G di tahun 2026,” ucap Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia.

Pelanggan Bersedia Membayar Layanan 5G (Endah/Technologue.id)
Pelanggan Bersedia Membayar Layanan 5G (Endah/Technologue.id)

Harga premium yang dibayarkan pelanggan tersebut sepadan dengan ekspektasi terhadap layanan yang akan memberingan pengalaman mendalam pada berbagai kegiatan. Berbagai penerapan yang bisa dilakukan dengan teknologi 5G di antaranya adalah menonton pertandingan olahraga dengan diorama. Teknologi ini memungkinkan pemirsa memilih sudut pandang saat menonton. Selain itu ada juga komunikasi atau telepon memakai holografik 3D dan pemakaian Augmented Reality (AR).

Baca juga:

Adidas Jualan Sepatau Pakai Augmented Reality

Penggunaan Kacamata AR (Endah/Technologue.id)
Penggunaan Kacamata AR (Endah/Technologue.id)

Berdasarkan pola pemakaian koneksi data yang dilakukan konsumen, diprediksikan akan terjadi peningkatan penggunaan data dengan perangkat 5G sampai 60 GB/bulan. Pengguna smartphone yang biasa memakai data dalam jumlah besar bisa menggunakan 110 GB setiap bulan. Sekitar 40% pengguna smartphone di Indonesia juga yakin bahwa tak hanya smartphone yang memanfaatkan 5G. Nantinya pada tahun 2025 pemakaian kacamata AR menjadi suatu keharusan.

Baca juga:

Ini Kacamata Augmented Reality yang Tak Bikin Pusing

Berbagai sektor industri akan memperoleh dampak positif dengan adanya pengalaman baru berinternet dengan 5G. Sejumlah 75% konsumen yakin dengan 5G semua orang bisa bekerja di mana saja berkat kecepatan internet ultra-high dan keandalan konektivitas. Sementara 67% mementingkan keberadaan konektivitas 5G di mobil dalam lima tahun mendatang sama dengan efisiensi bahan bakar.