Technologue.id, Jakarta – Siapa dalang dibalik serangan WannaCry? Itu adalah pertanyaan besar saat ini, dan beragam dugaan yang dilengkapi dengan bukti telah menjurus kepada Negeri Seribu Nuklir, Korea Utara.

Dikutip dari BBC (17/5/2017), kecurigaan tersebut muncul setelah peneliti keamanan Google, Neel Mehta berhasil mengungkapkan kode di balik WannaCry pada akun twitter miliknya, @neelmehta. Neel menemukan beberapa kesamaan antara kode tersebut dengan kode yang diciptakan sejak lama oleh Lazarus Group, sebuah kelompok hacker dengan sempak terjang spektakuler, yang dicurigai berasal dari Korea Utara.

Setelah Neel mengumumkan kecurigaannya, para ahli keamanan saat ini mencurigai adanya hubungan antara Lazarus Group dengan serangan global, WannaCry. Kode di dalam ransomware yang telah menyerang ratusan ribu instansi tersebut memiliki kemiripan yang identik dengan tools yang dibuat oleh Lazarus dalam menjalankan rangkain aksinya.

Adapun bukti penyerangan dilakukan oleh Lazarus Group ditambahkan oleh Prof Alan Woodward, Pakar Keamanan, yang mengatakan bahwa teks “meminta uang tebusan” yang ada di dalam peringatan WannaCry tertulis layaknya terjemahan ke bahasa Inggris dari Google Translate. Adapun bahasa yang dicurigai diterjemahkan tersebut adalah bahasa China.

“Pada kalimat yang tertulis, untaian kata yang tersusun dicurigai sebagai hasil terjemahan dari sebuah mesin penerjemah, layaknya Google Translate. Akan tetapi, hal ini memerlukan penyelidikan lebih lanjut,” tutur Prof Woodward.

Lazarus Group mungkin asing di telinga Anda, namun tidak di dalam sejarah kelam kejahatan dunia siber. Komplotan hacker tersebut sempat meretas Sony Pictures di tahun 2014, dan juga sebuah bank di Bangladesh pada 2016.

Baca juga:

Korea Utara Bakal Terkena Wabah WannaCrypt?

Hadang WannaCrypt, Microsoft Rilis Update untuk Windows XP

Aduh, Serangan Ransomware WannaCry Banyak Terjadi di Negara Ini!