NewsHoror Kuburan Massal di Kota Bucha, Ukraina Dilihat dari Luar Angkasa

Horor Kuburan Massal di Kota Bucha, Ukraina Dilihat dari Luar Angkasa

Technologue.id, Kiev – Horor penampakan sebuah kuburan massal di Kota Bucha, Ukraina, telah terlihat dari luar angkasa.

Satelit Maxar Technologies WorldView-3 mengambil foto kuburan massal, tepatnya di halaman Gereja St. Andrew dan Pyervozvannoho All Saints, pada 31 Maret. Situs kuburan itu memiliki parit sepanjang 14 meter, perwakilan perusahaan satelit mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email.

Penduduk setempat dan Polisi Regional Kyiv -Bucha tidak jauh dari ibukota Ukraina- mengatakan, mereka yakin setidaknya 150 orang dikebumikan di kuburan darurat, CNN melaporkan. Dan Wali Kota Bucha mengatakan, jumlahnya bisa dua kali lipat lebih tinggi DAB yang menekankan mereka tidak dapat memverifikasi secara independen kedua angka tersebut.

Gambar ini, ditangkap oleh satelit WorldView-3 Maxar Technologies pada 10 Maret 2022, menunjukkan penggalian awal kuburan massal (kanan tengah) di Kota Bucha, Ukraina. Foto: Citra satelit @2022 Maxar Technologies

Penduduk Bucha mengatakan, penggalian kuburan massal dimulai tidak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Foto WorldView-3 kedua yang baru dirilis menunjukkan beberapa pekerjaan penggalian awal sedang dilakukan di halaman gereja pada 10 Maret.

Skala dan cakupan kehancuran di Bucha, Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina utara baru saja terungkap saat pasukan Rusia mundur dari wilayah tersebut. Bucha dipukul dengan sangat keras.

Orang-orang Ukraina yang kembali ke kota menemukan sejumlah mayat di halaman dan di jalan di tengah meningkatnya bukti pembunuhan warga sipil yang disengaja dan tanpa pandang bulu oleh tentara Rusia, tulis The New York Times.

Adegan seperti itu telah membuat marah banyak orang di seluruh dunia dan mendorong pembicaraan tentang hukuman yang lebih keras terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina, yang sedang berlangsung.

“Terkejut dengan kekejaman tentara Rusia di #Bucha & daerah-daerah lain yang dibebaskan. Ini adalah realitas dingin dari kejahatan perang Putin. Dunia harus menyadari apa yang terjadi. Sanksi yang lebih keras harus dijatuhkan. Pelaku & komandannya harus diadili,” desak Roberta Metsola, Presiden Parlemen Eropa melalui akun Twitter-nya.

Related articles