Technologue.id, Jakarta – Masih ingat dengan AlphaGo? Ya, itulah artificial intelligence (AI) bikinan Google yang tahun lalu membuat berita heboh dengan berhasil mengalahkan Lee Sedol, juara dunia catur Go sebanyak empat kali dari lima match yang dihelat.

AI yang dikembangkan oleh DeepMind – yang masih menjadi bagian dari keluarga besar Google – tersebut belum lama ini juga mengalahkan master Go lainnya, Ke Jie. Melansir Engadget (23/05/17), AI dengan nama panggilan “Master” tersebut hanya menggunakan kekuatan komputasi yang 10 kali lebih rendah dibanding pendahulunya yang mempermalukan Lee Sedol. Makanya, pertandingan itu hanya dimenangkan setengah poin, atau margin terendah yang memungkinkan.

Sebenarnya, Master unggul 10 sampai 15 poin di awal-awal laga. Akan tetapi, Jie tak tinggal diam dan berhasil mengontrol permainan. Ia bahkan hampir saja memenangkan pertandingan. Namun, AlphaGo di akhir laga berhasil merampas keunggulan, walaupun dengan selisih yang amat tipis.

Pasca laga, tim DeepMind menjelaskan kalau AlphaGo yang dilawan Lee Sedol memang diprogram untuk menang sekecil apa pun peluangnya. Akan tetapi, versi lain dari AI tersebut punya kemampuan untuk tak sekadar menang, yakni mempermalukan lawan dengan margin skor yang besar.

“Kami ingin menggunakan AlphaGo sebagai alat yang bisa dimkasimalkan komunitas Go supaya kemampuan mereka bisa meningkat,” jelas CEO DeepMind, Demis Hassabis.

Seperti saat melawan Lee Sedol, Ke Jie juga akan menjajal AlphaGo beberapa kali lagi. Kira-kira mampukah Ke Jie menang di dua pertandingan sisa demi menegaskan bahwa manusia masih lebih pintar dari “robot”? Bagaimana prediksi Anda?

 

Baca juga:

Mantap, di Facebook Messenger Ada Artificial Intelligence-nya!

Siapkan Ponsel Berbasis Artificial Intelligence, Ini Janji Huawei

Asisten Vitual Galaxy S8 Ternyata Bisa Ngerap, Beatbox, dan Mencela!