Technologue.id, Jakarta – Samsung tengah berbangga diri terhadap bisnis smartphone 5G-nya. Pasalnya, vendor asal Korea Selatan itu telah menjual 2 juta unit smartphone 5G selama beberapa bulan saja.

Dilansir dari SamMobile (7/9/2019), informasi ini diungkap oleh JuneHee Lee, wakil presiden senior dan kepala tim strategi teknologi perusahaan, dalam presentasi Qualcomm IFA di Berlin. Dengan munculnya Galaxy Fold 5G dan Galaxy A90 5G, perusahaan menargetkan angka tersebut menjadi dua kali lipat pada akhir tahun.

Baca Juga:
Galaxy A90 Jadi Smartphone 5G Pertama Samsung

Pencapaian penjualan ini merupakan prestasi yang baik mengingat bahwa Samsung tidak memiliki banyak pesaing smartphone 5G di pasaran. Perangkat mobile 5G pertamanya yaitu Galaxy S10 5G memulai debutnya di Korea Selatan pada 5 April, dan sejak itu, tidak ada pesaing 5G lainnya yang dirilis sampai Galaxy Note 10 5G tiba di negara itu akhir bulan lalu.

Galaxy S10 5G saja melampaui angka 1 juta di Korea Selatan beberapa bulan yang lalu. Ini berarti sisa 1 juta unit terjual selama dua bulan terakhir. Galaxy Note 10 5G series tidak diragukan lagi membantu mendorong penjualan hingga 2 juta, terutama karena model LTE tidak tersedia di Korea Selatan.

Samsung memperkirakan akan berhasil menjual 4 juta 5G smartphone akhir tahun ini. Galaxy A90 5G (hands-on) yang baru-baru ini diumumkan akan menjadi smartphone 5G paling terjangkau atau paling murah) di pasaran setelah menyentuh harga € 749 atau sekitar Rp13 jutaan. Galaxy Fold 5G, di sisi lain, menemukan dirinya di ujung yang berlawanan dari spektrum sebagai smartphone 5G termahal dari perusahaan.

Baca Juga:
Analis: Smartphone 5G Mulai Ramai di 2020

5G akan menjadi lebih luas tahun depan. Dengan chipset terbaru Samsung Exynos 980 5G yang diaktifkan akan memasuki produksi massal pada akhir tahun 2019, teknologi ini akan menjadi lebih mudah untuk diperoleh pada kisaran harga yang lebih bervariasi pada tahun depan.