Technologue.id, Jakarta – Perusahaan teknologi IBM baru-baru ini mengumumkan kolaborasi dengan Gedung Putih untuk menghadirkan superkomputer. Perangkat canggih ini dihadirkan guna meningkatkan kecepatan dan kapasitas penelitian terkait virus Corona.

Dilansir dari CNN pada Selasa (24/3/2020), Direktur IBM Research Dario Gil mengatakan akan membawa kekuatan komputasi dengan kinerja tinggi yang belum pernah ada sebelumnya. Ini akan mempermudah para peneliti dalam memerangi penyebaran virus tersebut.

Baca Juga:
Raksasa Teknologi Dunia Bersatu Berangus Informasi Palsu Terkait Corona

Sistem komputasi tinggi ini akan memanfaatkan sistem komputasi super dari IBM, laboratorium nasional, beberapa universitas, Amazon, Google, Microsoft, dan lain-lain. Ini akan menyelesaikan perhitungan penelitian jauh melampaui komputasi tradisional yang memerlukan waktu bertahun-tahun.

Dalam sistem komputasi tradisional, setiap komputer berfungsi dan melakukan perhitungan secara mandiri. Para peneliti menyaring 8.000 senyawa untuk mengidentifikasi 77 senyawa yang paling mungkin untuk melawan virus Corona.

Sebaliknya pada superkomputer, proses panjang dalam menyaring 8.000 senyawa tersebut dapat dihindari. Gil menyebut superkomputer ini sangat cocok untuk melakukan penelitian di bidang-bidang seperti epidemiologi dan pemodelan molekuler karena sistem tersebut mencerminkan interkonektivitas yang ada di alam.

Baca Juga:
Apple Sumbang Jutaan Masker Lawan Penyebaran Corona

Konsorsium akan menghubungkan peneliti dengan ahli komputasi ternama untuk memastikan mesin digunakan seefisien dan seefektif mungkin. Layanan dan kekuatan komputasi ini akan disediakan secara gratis untuk peneliti.

Michael Kratsios, Kepala Staf Teknologi untuk Amerika Serikat mengatakan inilah saatnya Amerika Serikat menghadirkan kapasitas penuh superkomputer kelas dunia untuk secara cepat memajukan penelitian ilmiah untuk perawatan dan vaksin.