Technologue.id, Jakarta – Kemacetan masih menjadi momok bagi transportasi di kota-kota besar Indonesia. Tingginya angka pertumbuhan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil cukup berkontribusi besar bagi belum terselesaikannya masalah kemacetan di kota besar.

Tak seimbangnya angka pertumbuhan kepemilikan kendaraan dengan ketersediaan lahan parkir ternyata ikut menyumbang angka kemacetan yang ada. Alhasil, muncul lahan-lahan parkir liar untuk memenuhi kebutuhan lahan parkir bagi pemilik kendaraan yang tidak punya halaman parkir di rumah.

Hal tersebut menjadi dasar pemikiran Hatta Afkar untuk melahirkan startup berbentuk penyedia layanan parkir dari lahan tidur bernama Parkiran. Layanan Parkiran dibuat berbetnuk aplikasi mobile yang sudah bisa diakses pengguna perangkat Android dan segera menyusul bagi pengguna iOS.

“Sekarang banyak orang beli mobil padahal rumahnya di gang gak masuk mobil, depan rumah saya sendiri pernah dijadikan parkiran mobil sama orang lain. Waktu itu saya kasih tahu tapi pindah sementara saja, abis itu balik lagi. Akhirnya saya bantu cari solusi, dekat rumah ada lahan kosong yang saya sarankan buat dibuka jadi lahan parkir dan itu berhasil,” kata Hatta, Founder dan CEO Parkiran.

Beranjak dari kasus tersebut mendorong Hatta untuk melahirkan solusi bagi masyarakat lebih luas. Layanan Parkiran yang menyulap lahan tidur menjadi lapangan parkiran bagi masyarakat ini dipersiapkan Hatta selama hampir 7 bulan sejak Juni 2016.

Saat ini Parkiran sudah bekerjasama dengan setidaknya 25 lahan parkir di sekitar Jabodetabek. “Ke depannya kami akan menambahkan jumlah lahan parkir sebanyak 25 titik secara berkala setiap bulannya supaya pengguna bisa mempunyai lebih banyak pilihan tempat parkir,” jelas Hatta.

Lahan parkir baru yang akan ditambahkan ke dalam Parkiran disebutkan Hatta bisa berasal dari lahan parkir yang sudah ada maupun dari lahan pribadi yang kurang produktif secara ekonomi. “Kita mau lahan yang kurang terpakai dan potensial bisa lebih menghasilkan,” tambah Hatta.

Konsep pemanfaatan ruang potensial yang tidak produktif sebenarnya sudah ngetren di dunia teknologi. Sebut saja Airbnb yang membuat ruangan atau rumah kosong bisa disewakan supaya mendapatkan nilai ekonomis bagi pemiliknya.

Aplikasi Parkiran sudah versi Android sudah bisa langsung digunakan dengan tampilan hampir menyerupai antarmuka Go-Jek. Pengguna bisa langsung tahu jumlah slot parkir yang tersedia maupun untuk melakukan memesan slot parkir sebelum mereka tiba di lokasi parkir.

“Pengguna yang booking sebelum sampai nantinya tinggal menunjukkan QR code yang ada di aplikasi ke petugas parkir. Soal pembayaran bisa dilakukan secara cash maupun lewat fitur dompet digital P Pay yang tersedia di dalam aplikasi,” tandas Hatta.

Baca juga :
Layanan Antar Makanan Milik Uber Sambangi India
Startup Perlu Tiga Validasi Business Model Ini
Platform Startupberbagi Permudah UMKM Indonesia Pindah ke Digital