Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Lego Pamer Smart Brick di CES 2026
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Lego memperkenalkan Lego Smart Brick, versi modern dari batu bata klasik 2x4 yang dibekali teknologi pintar di CES 2026.

Peluncuran ini merupakan bagian dari inisiatif baru bernama Smart Play, sebuah ekosistem yang mencakup Smart Brick, Smart Minifigure, dan Smart Tag. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman bermain Lego yang mampu merespons cara bermain dan bentuk bangunan penggunanya, tanpa menghilangkan nuansa bermain Lego tradisional.

Smart Brick memiliki chip ASIC berukuran hanya 4,1 mm atauu lebih kecil dari satu stud Lego standar. Chip ini menjalankan sistem bernama Play Engine, yang mampu mendeteksi gerakan, orientasi, serta medan magnet. Dengan bantuan kumparan tembaga terintegrasi, Smart Brick dapat mengenali jarak, arah, dan posisi Smart Brick lain di sekitarnya saat proses membangun berlangsung.

Tak hanya itu, Smart Brick juga dilengkapi speaker mini, akselerometer, dan susunan LED. Menariknya, Lego menyebut speaker ini mampu menghasilkan audio yang bereaksi langsung terhadap aksi permainan, bukan sekadar memutar suara yang sudah direkam sebelumnya.

Dibandingkan Smart Brick, Smart Tag dan Smart Minifigure memiliki fungsi yang lebih sederhana namun krusial. Smart Tag berbentuk ubin 2x2 tanpa stud dengan ID digital tertanam di dalamnya. ID ini dapat dibaca oleh Smart Brick melalui komunikasi magnetik jarak dekat—teknologi yang sekilas mirip NFC.

Smart Minifigure juga memiliki ID digital serupa. Peran utama kedua komponen ini adalah memberikan konteks kepada Smart Brick. Lego menjelaskan bahwa Smart Tag memberi tahu Smart Brick bagaimana seharusnya ia berinteraksi dengan pemain. Misalnya, dalam set Lego Star Wars X-Wing, Smart Tag akan berisi informasi tentang objek atau kendaraan yang sedang diwujudkan, sehingga Smart Brick dapat menyesuaikan perilakunya.

Untuk menghubungkan seluruh komponen Smart Play, Lego menciptakan sistem nirkabel lokal bernama BrickNet. Sistem berbasis Bluetooth ini menggunakan teknologi “Neighbor Positioning Measurement” milik Lego, yang memungkinkan setiap Smart Brick mengetahui posisi dan orientasi brick lain di sekitarnya.

Keunggulan BrickNet adalah kemampuannya membuat brick "berkomunikasi" secara langsung tanpa aplikasi, tanpa koneksi internet, dan tanpa kontrol eksternal. Dengan pendekatan ini, Lego ingin memastikan Smart Play tetap terasa seperti bermain Lego klasik.

Karena mengandalkan teknologi aktif, Smart Brick tentu memerlukan daya. Lego mengklaim baterai di dalamnya dapat bertahan selama bertahun-tahun meskipun tidak digunakan. Pengisian daya dilakukan secara nirkabel, dan beberapa Smart Brick dapat diisi bersamaan menggunakan satu bantalan pengisian daya.

Untuk debut Smart Play, Lego menggandeng mitra lisensi terbesarnya, Star Wars. Tiga set “all-in-one” telah diumumkan, dengan ukuran yang lebih kecil dan fokus pada anak-anak:

TIE Fighter Darth Vader (473 keping) berisi satu Smart Brick, satu Smart Tag, dan satu Smart Minifigure Darth Vader, dibanderol seharga $70 atau sekitar Rp1,1 jutaan.

X-Wing Red Five Luke (584 keping) dilengkapi dua Smart Minifigure, satu Smart Brick, dan lima Smart Tag, dijual dengan harga $100 atau sekitar Rp1,6 jutaan.

Serta Throne Room Duel & A-wing (962 keping) menawarkan tiga Smart Minifigure, dua Smart Brick, dan lima Smart Tag, dengan harga $160 atau sekitar Rp2,6 jutaan.

Pre-order untuk ketiga set ini akan dibuka pada 9 Januari, dengan peluncuran resmi pada 1 Maret.

SHARE:

Motorola Rilis Ponsel Lipat Samping Pertama dengan Dukungan Stylus

iPhone 17e Digadang Turunkan Performa SoC A19