Lelang Spektrum 2,1 GHz, Tri dan Telkomsel Jadi Unggulan

Ilustrasi jaringan telekomunikasi (source: Technologue.id)

Technologue.id, Jakarta – Semenjak Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, berjanji menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) untuk tender frekuensi spektrum 2,3GHz dan 2,1 GHz bulan depan, optimisme muncul. Salah satunya, lelang tersebut diyakini bisa mendatangkan pendapatan bagi negara.

Menurut Muhammad Ridwan Effendi, baiknya pelelangan tersebut dimulai dari frekuensi 2,1 GHz terlebih dahulu. Alasannya, proses pelelangan bisa dijalankan walaupun masih ada kendala masalah hukum, yakni di spektrum 2,3 GHz.

Ridwan menilai menyegerakan pelelangan ini amat mungkin dilakukan karena peserta lelangnya pun sudah siap. Ada empat operator yang bakal memperebutkan sisa dua blok di kanal frekuensi 2,1 GHz itu: Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Tri Indonesia.

Soal pihak mana yang akan mendapatkannya, pria yang pernah menjadi anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selama dua periode itu memprediksi Telkomsel dan Tri bakalan keluar sebagai pemenang.

“Kalau diurut, yang perlu frekuensi itu Telkomsel, Tri, XL, baru Indosat. Kalau Telkomsel hanya bid satu blok, maka Tri pantas yang kedua karena paling kesulitan frekuensi. Tri pertumbuhannya relatif cepat setelah Telkomsel, terutama pelanggan data,” jelas Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu kepada redaksi (28/04/17).

Dukungan finansial yang dimiliki Telkomsel menjadi faktor penting dalam prediksi Ridwan di atas. Bahkan, bukan tidak mungkin subsidiary Telkom Indonesia itu membeli dua blok sekaligus.

“Secara obyektif, yang paling baik kondisi keuangannya ya Telkomsel. Yang lain kalau tidak didukung induknya, repot,” imbuhnya.

Tri sendiri saat ini hanya menguasai lebar spektrum 20 MHz, dimana 10 MHz di frekuensi 1.800‎ MHz dan 10 MHz lagi di 2,1 GHz. Sementara ketiga operator lainnya menguasai spektrum 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2,1 GHz dengan lebar pita 40 MHz lebih.

“Tapi kalau pemenangnya nanti hanya Telkomsel atau Tri, mereka tidak perlu komitmen lagi karena jelas akan dipakai untuk capacity,” pungkas Ridwan.

Baca juga:

Dikritik Pasang Tarif Internet Selangit, Ini Kata Telkomsel

XL dan Indosat Sindir Telkomsel, Tapi Mulut Netizen Lebih Pedas

Kuota Telkomsel Mahal, Lambe Turah Jarang Update?