Technologue.id, Jakarta - Lenovo kembali mencuri perhatian dunia teknologi dengan memamerkan serangkaian inovasi terbaru di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 Barcelona. Perusahaan ini memperkenalkan tiga konsep perangkat komputasi yang menawarkan pandangan unik tentang masa depan produktivitas dan hiburan digital. Ketiga perangkat tersebut adalah ThinkBook Modular AI PC, Legion Go Fold Concept, dan Yoga Book Pro 3D Concept.
Pabrikan asal Tiongkok ini memang dikenal kerap menampilkan purwarupa berani yang menembus batas desain laptop tradisional pada pameran global. Sebelumnya, mereka pernah memamerkan perangkat dengan Layar Transparan yang futuristik. Kali ini, fokus inovasi mereka tertuju pada fleksibilitas perangkat keras dan integrasi kecerdasan buatan yang lebih mendalam.
ThinkBook Modular AI PC: Solusi Multitasking PortabelSalah satu konsep yang paling menonjol adalah ThinkBook Modular AI PC yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas pengguna. Sekilas, perangkat ini tampak seperti laptop standar, namun memiliki layar kedua yang menempel secara magnetik di bagian belakang. Layar tambahan ini terhubung menggunakan konektor pogo-pin yang memungkinkan transfer data dan daya secara instan.
Fungsionalitas layar kedua ini sangat beragam, mulai dari menampilkan materi presentasi kepada lawan bicara hingga memperluas ruang kerja digital. Pengguna dapat melepas layar tersebut dan memasangnya di atas layar utama menggunakan penyangga tersembunyi untuk pengalaman monitor ganda vertikal. Opsi lainnya adalah menempatkan layar di atas base keyboard untuk menciptakan setup dua layar ala ZenBook Duo.
Selain layar, Lenovo juga bereksperimen dengan konsep port modular yang memungkinkan pengguna mengganti jenis konektivitas sesuai kebutuhan. Pengguna dapat menukar port HDMI dengan USB-C atau memindahkannya ke sisi laptop yang berbeda demi kenyamanan. Konsep ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi profesional yang sering bekerja secara mobile dengan kebutuhan periferal yang berubah-ubah.
Baca Juga:
Inovasi selanjutnya menyasar segmen gaming melalui Legion Go Fold Concept yang mengubah konsol genggam menjadi laptop mini bertenaga. Perangkat ini dilengkapi layar pOLED lipat berukuran 7,7 inci yang dapat dibentangkan menjadi layar seluas 11,6 inci. Desain ini memungkinkan transisi mulus antara mode permainan genggam dan mode produktivitas ringan berbasis Windows.
Dalam mode genggam, kontroler dapat dipasang di sisi layar untuk pengalaman bermain game standar dengan visual yang luas. Pengguna juga bisa melepas kontroler dan menggunakan layar dalam orientasi lanskap untuk sesi gaming portabel yang lebih imersif. Fleksibilitas ini menjawab kebutuhan gamer yang menginginkan perangkat serbaguna tanpa harus membawa banyak gadget saat bepergian.
Lenovo melengkapi konsep ini dengan spesifikasi mumpuni, termasuk prosesor Intel Core Ultra 7 258V dan RAM sebesar 32 GB. Untuk mendukung produktivitas, layar dapat dipasangkan pada penutup keyboard terpisah sehingga berfungsi layaknya laptop Windows tradisional. Inovasi ini sejalan dengan visi AI Lebih Mudah diakses di berbagai form factor.
Yoga Book Pro 3D Concept: Kanvas Digital Para KreatorKonsep terakhir adalah Yoga Book Pro 3D yang ditujukan bagi para kreator konten dan pengembang aset tiga dimensi. Berbeda dengan laptop konvensional, perangkat ini terdiri dari dua layar OLED 16 inci yang terhubung tanpa keyboard fisik. Layar bagian atas mendukung konversi 2D ke 3D yang ditenagai oleh perangkat lunak AI khusus buatan Lenovo.
Salah satu fitur paling menarik adalah penggunaan "snap-on pads" atau alat fisik magnetik yang ditempatkan di layar sentuh bawah. Alat ini berfungsi sebagai pemicu pintasan khusus dalam aplikasi kreatif, seperti memunculkan roda warna atau alat editing lainnya. Penggabungan interaksi digital dan fisik ini menciptakan pengalaman berkarya yang lebih intuitif dan taktil.
Perangkat ini juga mendukung kontrol gestur tangan melalui kamera RGB untuk memutar objek 3D tanpa perlu menyentuh mouse atau keyboard. Ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 dan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5070, konsep ini menjanjikan performa tinggi. Meski belum tentu diproduksi massal, teknologi ini menunjukkan potensi besar seperti halnya evolusi Mengenal Chromebook di pasar edukasi.