Lenovo pastikan Moto Z sambangi Indonesia

Moto Z pakai bodi tipis yang bisa diubah-ubah (source : teknovudu)

Technologue.id, Labuan Bajo, NTT – Pengumuman hadirnya Moto E3 Power dari Lenovo mungkin melukai sebagian fans Motorola yang menginginkan smartphone kokoh dan premium. Agaknya Lenovo tak mau membiarkan para pencinta Moto kecewa terlalu lama.

Pihak Lenovo Indonesia secara terang-terangan memberi tanda Moto Z yang menyasar kelas premium bakalan dibawa ke Indonesia. Bahkan, dari tanda yang ditampilkan produk andalan Moto tersebut bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tanda itu dipertegas Anvid Erdian, Mobile Business Group 4P Manager Lenovo Indonesia yang memamerkan dua foto landscape dari bidikan kamera Moto Z di sela media gathering Lenovo Indonesia di Bajo Bay, Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Anvid menunjukkan foto pemandangan Pulau Padar yang pertama dikunjungi pada acara Media Camp 2016 yang ditangkap memakai Moto Z. Sedangkan foto kedua menampilkan pemandangan di tepi pantai Pulau Kanawa, jelajahan terakhir dari perjalanan Media Camp 2016.

“Ini adalah foto yang dihasilkan langsung dari kamera Moto Z. Foto pertama saya ambil ketika saya sampai puncak Pulau Padar dan foto kedua adalah Pulau Kanawa yang saya bidik tadi sore,” klaim Anvid di hadapan awak media dari seluruh Indonesia.

Pria berkacamata itu mengklaim sudah memgang handset Moto Z namun belum mau angkat suara soal tanggal peluncuran smartphone andalannya tersebut. “Tunggu saja tanggal baiknya, tapi saya belum bisa kasih keterangan lebih lanjut soal tanggal peluncurannya,” tambah Anvid.

Ia menambahkan bahwa saat ini Moto Z sedang dalam proses uji tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Bahkan pihak perusahaan optimistis Moto Z bakalan mampu memenuhi TKDN hingga 30 persen.

Sebelumnya, Lenovo membeberkan proses TKDN Lenovo dan Moto agak berbeda. Sewaktu Lenovo mengambil alih Motorola dari tangan Google, ada sistem yang sudah dijalankan. Hal tersebut yang membuat perusahaan harus tetap mempertahankan standar kualitas dan teknik serupa.

“Tooling Moto berbeda dan perlu server sendiri yang harus terhubung ke pusat, semisal sistem automasi. Sejumlah tools juga harus diimpor dari luar. Hal ini membutuhkan waktu yang tidak singkat,” jelas Anvid sewaktu ditemui Technologue.id.

Tak hanya teknik pembuatan menggunakan mesin, sumber daya manusia (SDM) pun perlu dipersiapkan Lenovo Indonesia supaya mampu merakit Moto. Perakitan Moto berlokasi di Serang, Banten, melalui kerjasama dengan mitra pabrikan lokal PT Tridharma Kencana (TDK).

Pabrikan itu telah ditunjuk Lenovo untuk memproduksi smartphone merek Lenovo sejak akhir 2015.

“Karena secara sistem dan teknik perakitan berbeda, SDM yang merakit juga harus belajar atau di-training terlebih dulu. Itu juga perlu waktu,” tandas Anvid.

Baca juga :
Lenovo Umumkan Nasib Logo Moto di Indonesia

Lenovo Bakal Pensiun Jualan Ponsel?

Lenovo Pamer Kesuksesan di Labuan Bajo