Technologue.id, Jakarta – Sudah mendunia berkat aplikasi pesan instannya, Line Corporation berencana untuk go public. Berdasarkan laporan dari WSJ (4/6/16), perusahaan asal Jepang itu segera membuka IPO di Tokyo sekitar bulan depan lalu menyusul di New York City.

Jika IPO benar-benar dijalankan, harga Line bisa meningkat Rp 27 sampai Rp 40 triliun. Alhasil, keputusan masuk ke pasar modal dunia bakalan mendongkrak nilai perusahaan Line menjadi lebih dari Rp 67 triliun.

Line sebenarnya sudah berencana untuk membawa sahamnya ke pasar modal dua tahun lalu. Sayang, rencana itu ditunda karena Line ingin menyasar pertumbuhan di market global dulu. Menurut mereka saat itu, pertumbuhan dan engagement pada user lebih penting ketimbang IPO.

Pengguna Line datang dari beragam negara, tetapi basis terkuatnya ada di Asia. Bayangkan saja, populasi pengguna mereka dari Jepang, Taiwan, Thailand, dan Indonesia saja sudah mencakup 69 persen dari total pengguna Line keseluruhan.