Technologue.id – Dunia gaming kompetitif kini memasuki babak baru yang lebih menantang. Logitech G resmi membawa senjata andalan terbaru mereka ke pasar tanah air.
Perangkat ini bernama Logitech G PRO X2 SUPERSTRIKE yang siap memanjakan para atlet esports. Mouse ini pertama kali diperkenalkan pada ajang Logitech G Play tahun lalu.
Teknologi utamanya bernama SUPERSTRIKE yang menggabungkan sensor analog induktif dan fitur haptik. Robin Piispanen dari Logitech G menyebut perangkat ini bukti komitmen inovasi mereka.
Fokus utamanya adalah memberikan kemampuan adaptasi mendalam bagi para pemain profesional. Logitech meninggalkan microswitch tradisional demi sistem baru bernama Haptic Inductive Trigger System.
Sistem ini menggunakan kumparan tembaga untuk menciptakan medan elektromagnetik yang responsif. Jarak tekan tombolnya sangat singkat karena hanya sedalam nol koma enam milimeter.
Hal ini membuat setiap klik terasa jauh lebih instan dan akurat. Pemain bisa mengatur titik aktivasi tombol dalam sepuluh tingkat yang berbeda.
Fitur rapid trigger reset juga tersedia dalam lima pilihan pengaturan sensitivitas. Fleksibilitas ini sangat berguna untuk berbagai genre game seperti FPS atau strategi.
Pengguna jadi bisa menyesuaikan respons Logitech G PRO dengan gaya bermain. Aktuator haptik memberikan sensasi fisik nyata pada setiap tindakan jari.
Baca Juga:
Umpan balik akan terasa saat tombol ditekan maupun saat kembali ke posisi awal. Pengguna dapat mengatur intensitas getaran ini melalui perangkat lunak Logitech G HUB.
Terdapat lima tingkatan kekuatan haptik yang bisa dipilih sesuai selera pribadi. Teknologi ini mampu memangkas latensi klik hingga tiga puluh milidetik.
Caps dari tim G2 Esports bahkan memuji kecepatan respons perangkat anyar ini. Ia menyamakan pengalamannya seperti bermain menggunakan koneksi LAN yang sangat stabil.
Performa pelacakan mouse didukung oleh sensor HERO 2 dan teknologi Power of 8. Kecepatan polling rate nirkabelnya mencapai angka delapan ribu hertz yang sangat cepat.
Input data dikirim ke komputer setiap nol koma satu dua lima milidetik. Pengalaman bermain terasa seperti menggunakan kabel namun dengan kebebasan penuh.
Gerakan tangan yang sangat cepat tetap dapat terbaca dengan sempurna oleh sensor. Mouse ini mendukung akselerasi hingga delapan puluh delapan G tanpa hambatan.
Akurasi piksel tetap terjaga meski dalam manuver pertempuran yang sangat kacau. Sensor ini juga mendukung sensitivitas hingga empat puluh empat ribu DPI.
Pengembangan mouse melibatkan kolaborasi dengan tim esports elit seperti G2 dan NAVI. Perangkat ini bisa dipadukan dengan Headset Gaming nirkabel untuk performa maksimal.
Bobot perangkat ini sangat ringan karena hanya enam puluh lima gram saja. Desain kakinya menggunakan bahan PTFE untuk pergerakan yang sangat mulus.
Baterai mouse ini sanggup bertahan hingga sembilan puluh jam pemakaian nonstop. Pengguna bisa memantau pergerakan cepat melalui Monitor Gaming berkualitas tinggi.
Konsumen di Indonesia bisa mendapatkan mouse ini mulai tanggal dua puluh Februari mendatang. Harganya dibanderol pada angka Rp 3.278.200 untuk satu unitnya.