Home Internet Makin Marak, Kominfo Identifikasi Ratusan Konten Hoax Terkait COVID-19

Makin Marak, Kominfo Identifikasi Ratusan Konten Hoax Terkait COVID-19

Technologue.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis sebanyak 242 hoaks dan disinformasi yang berkaitan dengan virus Corona pada Selasa (17/3/2020). Seluruh konten itu tersebar di platform media sosial maupun website dan platform pesan instan.

Temuan tersebut didapat dari hasil identifikasi Tim Ais. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan akan terus melakukan identifikasi dan menangkal setiap informasi yang tidak benar atau hoaks yang beredar di dalam negeri.

Baca Juga:
Antisipasi Corona, Menkomifo Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Menteri Kominfo menilai tindakan penyebaran isu yang tidak benar di tengah penyebaran virus Corona saat ini sangat tidak baik. Karena berpotensi membuat berbagai lapisan masyarakat panik dan takut dalam menghadapi bencana non alam ini.

“Hal ini merugikan bangsa dan negara. Dan pelaku juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dalam mengatasi informasi hoaks virus Corona yang beredar di medsos ditindak lanjuti bersama dengan pemilik platform.

Pasalnya, Tugas dan fungsi Kominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku tidak bisa melakukan penutupan akun yang terbukti menyebarkan hoaks. Pihaknya, akan memberikan rekomendasi akun-akun mana yang terindikasi melakukan penyebaran hoaks sesuai dengan aduan masyarakat dan patroli di medsos.

Baca Juga:
Viral Dokter Usia 80 Tahun yang Dedikasi Rawat Pasien Corona

“Kami memberikan rekomendasi kepada pemilik platform dan pihak penegak hukum, kemudian mereka yang menutup akun tersebut,” kata Dirjen Semuel.

Konten hoaks yang menimbulkan keresahan pada publik ini juga akan ditindak lanjuti penegak hukum yakni Kepolisian. Bila ada unsur delik pidana yang telah dilanggar oleh pemilik akun yang menyebarkan informasi yang tidak benar tersebut.