Technologue.id, Jakarta – Hubungan Android dan root cukup erat. Ya, OS bikinan Google itu memberikan akses bagi penggunanya untuk mendapatkan kontrol yang lebih tinggi pada subsistem Android atau yang dikenal dengan akses root, sehingga bisa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user.

Di tahun-tahun awal kemunculan Android, rooting lumayan populer. Namun di era sekarang, masih perlukah rooting dilakukan terhadap ponsel-ponsel Android yang spesifikasi dan fiturnya sudah jauh lebih tinggi?

Baca juga:

Tak Lagi Eksklusif, Ini Ponsel-ponsel Non-Google Pertama Pencicip Android P

- Advertisement -

MakeTechEasier.com (12/05/2018) menjelaskan bahwa rooting memang masih diperlukan, tergantung kebutuhan Anda. Untuk menghilangkan bloatware, misalnya, Anda tetap perlu rooting karena smartphone zaman sekarang banyak yang tidak memakai Android vanilla. Alhasil, ada beragam aplikasi titipan vendor yang biasanya tidak dipakai oleh user.

Selain itu, rooting juga tetap dibutuhkan apabila Anda memasang aplikasi yang hanya bisa berjalan di perangkat yang sudah di-root. Gunanya, agar aplikasi bisa mengontrol hardware pada gadget. Beberapa aplikasi yang masuk kriteria ini di antaranya: aplikasi video recording yang lebih kompleks, backup, dan tethering.

Baca juga:

Ini Fitur-fitur Menawan Android P

Akan tetapi, jika Anda ingin me-root Android Anda hanya demi meningkatkan performanya, mungkin hal itu bisa Anda urungkan. Soalnya, stock Android mulai versi 4.0 sampai saat ini sudah di-tweaking agar lebih optimal plus dijejali fitur-fitur dasar yang lengkap. Selain itu, sekarang ini banyak aplikasi populer yang tak bisa digunakan kalau di-root, sebut saja Pokemon Go, Super Mario Run, hingga aplikasi mobile payment macam Android Pay dan Samsung Pay.

Baca juga:

Sudahkah Android Anda Disertifikasi oleh Google?

Kembali redaksi ingatkan, perlu atau tidaknya me-root device Android Anda tergantung pada kebutuhan Anda masing-masing. Namun kalau Anda tak perlu melakukannya, kenapa susah-susah me-root-nya?