Technologue.id, Jakarta – Sebuah sinyal buruk bagi Apple di bisnis smartphone terungkap. Pembeli iPhone di Negeri Tiongkok ternyata lebih merosot tajam. Padahal, China adalah salah satu pasar utama perusahaan yang dibesarkan Steve Jobs dan sudah menjadi penguasa pasar ponsel pintar di sana sedari 2012.

Praktis, tahun 2016 adalah momen terendah Apple dalam lima tahun terakhir memperdagangkan iPhone di Tiongkok. Sementara itu, salah satu merek asli sana, Oppo, didapuk sebagai produsen dengan pertumbuhan penjualan paling cepat berkat perangkat berspesifikasi tingginya yang dibanderol murah.

Berdasarkan data dari Counterpoint Research (27/01/17), runtuhnya kekuasaan Apple di China ini akibat penjualan iPhone yang jeblok selama 2016. Walau masih menjadi ponsel terlaris kedua di sana, iPhone 6s hanya laku 12 juta unit dalam setahun dan hanya menguasai 2 persen pangsa pasar. Padahal dalam periode yang sama, Oppo R9, atau yang di Indonesia dirilis dengan nama F1 Plus, duduk di posisi pertama dengan penjualan sebanyak 17 juta unit dengan market share 4 persen.

Kendati demikian, Counterpoint tetap optimistis keadaan Apple akan membaik beberapa waktu ke depan. Salah satu faktor penyebabnya adalah volume penjualan smartphone di Tiongkok yang mencapai titik tertingginya di tahun lalu, yaitu mencapai 465 juta unit. Jumlah itu tumbuh 6 persen dari 2015. Selain itu, kehadiran flagship teranyar Apple, iPhone 7 mulai Q4 2016 diprediksi mampu mendongkrak penjualan iPhone tahun ini.

Selain Apple, Samsung juga adalah raksasa lain yang penjualan YoY-nya minus, yakni 5 persen. Rapor merah turut didapat Xiaomi, Coolpad, dan Lenovo. Sedangkan pemain lokal seperti Vivo, Huawei, dan Meizu menemani Oppo di daftar vendor yang pertumbuhannya positif dari 2015 ke 2016.

 

Baca juga:

Tim Cook: Apple Ada Karena Para Imigran

Terbukti, Apple Lebih ‘Hijau’ dari Google dan Facebook!

Qualcomm: Apple Mau Enaknya Saja