Mau Kantong Cepat Tebal? Bikin Aplikasi di iOS!

Ilustrasi Apple App Store (source: 9to5mac)

Technologue.id, Jakarta – Saat ini, Anda pasti sudah paham betul bahwasannya ada dua pasar digital terbesar di ranah perangkat seluler: Apple App Store dan Google Play Store. Tak salah, karena selain ekosistem yang lebih lengkap dibanding platform lain, keduanya juga menjadi roda pemutar uang yang amat besar secara nominal.

Dari penelusuran SensorTower, secara keseluruhan di tahun 2016 memang makin banyak developer yang bisa meraup revenue di atas 1 juta USD (sekitar Rp13 miliar). Namun, kebanyakan datang dari pengembang di App Store dengan selisih hampir dua kali lipat dibandingkan Play Store.

Detailnya, ada 66 developer App Store yang berhasil meraup pemasukan sebesar Rp13 miliar atau lebih dalam setahun di Amerika Serikat. Dalam periode yang sama, hanya ada 39 pengembang dari Play Store. Kendati demikian, jumlah ini telah meningkat drastis ketimbang tahun 2015.

Jumlah developer yang meraup Rp13 miliar di dua toko digital dalam dua tahun terakhir (source: SensorTower)

Ini artinya, pemakai iOS di AS masih lebih doyan membelanjakan uangnya daripada pemakai Android dalam dua tahun terakhir. Walau begitu, pertumbuhan jumlah developer Android yang berkantong tebal sudah naik lebih dari dua kali lipat. Tentu, angka ini cukup menjanjikan, kalau tidak boleh disebut mengancam pihak-pihak yang mendulang pemasukan dari Apple App Store.

Lebih lanjut dijelaskan oleh SensorTower, baik di App Store maupun Play Store, kategori aplikasi yang paling menghasilkan di tahun 2016 adalah Games. Sisanya bervariasi, tetapi jejaring sosial adalah kategori yang cukup banyak menguras kantong pengguna Android maupun iOS daripada yang lain.

 

Baca juga:

5 Tahun Berlalu, Subway Surfers Masih Jadi Game Terpopuler

Kantong Netflix Makin Tebal Gara-Gara Pengguna Apple

Ini Satu Kerugian Pakai iOS 11