Technologue.id, Jakarta – Setelah menjalankan kebijakan anti-imigran, pemerintah Amerika Serikat sepertinya belum puas. Seorang anggota kongres bernama Jim Banks mengusulkan rancangan undang-undang yang mengharuskan para pendatang di Amerika Serikat memberikan link akun media sosialnya.

Mengutip TheRegister (17/02/17), jika aturan ini jadi diberlakukan, maka setiap pelamar visa ke AS harus memberitahukan identitasnya di dunia maya. Hal ini juga berlaku untuk wisatawan non-visa, walaupun sifatnya tidak wajib.

Saat ini pun, petugas di perbatasan Negeri Paman Sam juga sudah mulai melakukan pengecekan username para imigran. Jika yang bersangkutan tidak memberitahukannya, maka petugas berhak menahan si imigran. Petugas pun kemungkinan bakal memeriksa gadget yang bersangkutan.

Tak main-main, kalau ada imigran yang tidak kooperatif, bukan tidak mungkin petugas akan memulangkannya.

- Advertisement -

“Kami harus betul-betul yakin bahwa orang-orang yang memasuki negara kami tidak bertujuan buruk,” kata Banks yang juga optimistis usulannya ini bakalan disetujui.

Namun, usulan dari Banks ini dirasa belum mendetail. Belum diketahui langkah seperti apa yang harus ditempuh pemerintah apabila para imigran sengaja menghapus atau menonaktifkan persona mereka di dunia maya. Rancangan undang-undang dari Banks ini pun masih punya kans untuk ditolak, karena usulan ini adalah kontribusi pertama Banks sebagai ‘pelayan’ masyarakat AS.

 

Baca juga:

Umur Twitter Tinggal Sedikit Lagi, Ini Salah Satu Petunjuknya

Amazon Rilis Aplikasi Kompetitor Skype, Apa Keunggulannya?

Orang Ribut di Sosmed, Linc Punya Misi Sebarkan Cinta Sesama