Mau Upload Foto Seksi di Instagram? Ah, Percuma!

Ilustrasi Instagram (source: Pexels.com)

Technologue.id, Jakarta – Sifat media sosial yang amat bebas melahirkan konsekuensi beredarnya konten yang tak semestinya dikonsumsi publik. Hal yang sama pun berlaku di Instagram, di mana konten sensitif biasa ditemukan.

Kevin Systrom, co-founder dan CEO Instagram, ternyata begitu peduli dengan situasi ini. Pihkanya lantas mengumumkan secara resmi untuk menyensor konten yang dinilai sensitif.

“Tak lama lagi, Anda mungkin akan melihat foto dan video yang disensor ketika Anda men-scroll feed atau mengunjungi profil suatu akun,” tulis Systrom di blog resmi Instagram (23/03/17).

Turut disebutkan, sensor tak diberikan secara otomatis, melainkan dari hasil laporan pengguna lain. Setelah itu, tim Instagram akan me-review apakah konten tersebut perlu disensor sekaligus menindaknya.

Sensor di Instagram (source: Instagram)

Meski tak turut disebutkan konten seperti apa yang termasuk sensitif, kemungkinan konten tersebut berkaitan dengan sensualitas, SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), serta kekerasan. Sebab seperti dikutip dari Community Guidelines-nya, Instagram secara default sudah melarang foto atau video berbau pornografi, melanggar hukum (termasuk transaksi jual-beli produk dan layanan terlarang), hingga terorisme dan kejahatan terorganisir.

Namun, sensor ini tak permanen. Anda tetap bisa mengaksesnya dengan men-tap opsi ‘See Photo’ atau ‘See Video’ ketika Anda membukanya. Jadi, censorship ini sifatnya lebih lunak karena konten tidak dihapus, hanya sedikit ditutupi saja.

Selain memberlakukan aturan penyensoran ini, anak perusahaan Facebook tersebut menganugerahkan fitur two-factor authentication yang kini untuk semua orang. Tool ini berfungsi untuk memberikan pengaman tambahan dengan mengharuskan Anda memasukkan sebuah code tiap login.

 

Baca juga:

Instagram Tembus 1 Juta Pengiklan Aktif

ara Menyimpan Live Stories di Instagram

Cuma di Jakarta dan Sekitarnya! Instagram Beri Hadiah Spesial!

loading...