Berdasarkan laporan survei yang dirilis Populix baru-baru ini, diketahui bahwa masyarakat Indonesia sangat antusias dengan kehadiran teknologi 5G. Laporan berjudul "Mobile Phone Usage and 5G Network Projection" itu menyebut bahwa 92% masyarakat sudah memiliki rencana untuk meng-upgrade ke jaringan 5G.
"Tingginya minat masyarakat ini mendorong operator seluler dan perusahaan ponsel untuk memberikan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat ke depannya," ujar Jonathan Benhi, Co-Founder dan CTO Populix.
Baca Juga:
Lupakan 5G, Negara Ini Langsung Melompat ke 6G
Lebih lanjut, 79% orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui tentang jaringan 5G. Namun, 12% responden lainnya mengatakan ragu-ragu dan 9% mengatakan tidak mengetahui seputar jaringan generasi kelima ini.
Di kalangan orang-orang yang sudah mengetahui tentang 5G, koneksi internet yang cepat merupakan keunggulan 5G yang paling dikenal. Kecepatan koneksi internet (94%) tersebut, ditambah dengan kapasitas internet yang lebih besar (43%), menjadi dua alasan utama yang mendorong 92% orang mempertimbangkan untuk berpindah menggunakan jaringan 5G di masa depan.
Bahkan untuk menggunakan jaringan 5G, masyarakat berencana membeli ponsel yang mendukung jaringan 5G seperti Samsung (59%), iPhone (41%), dan Oppo (22%).
Seperti diketahui bahwa jaringan generasi kelima itu menawarkan berbagai keunggulan mulai dari kecepatan jaringan, latensi yang lebih rendah hingga kemampuan untuk terhubung dengan perangkat yang lebih banyak.
Baca juga:
Samsung Mulai Pamer Teknologi 6G
Menariknya, di tengah antusiasme masyarakat mengenai jaringan 5G. Sebanyak 8% masyarakat mengatakan tidak mau menggunakan jaringan 5G dikarenakan akses internet yang masih terbatas (53%), biaya yang lebih mahal (39%), belum familiar dengan teknologinya (36%), dan khawatir dengan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan (17%).
"Untuk itu, pentingnya sinergi dari pemerintah, penyedia layanan, hingga lembaga-lembaga masyarakat untuk melakukan sosialisasi seputar jaringan 5G agar masyarakat teredukasi dengan lebih baik," ungkap Jonathan.