Media Tiongkok Tuduh India ‘Memihak AS’ karena Blokir PUBG Mobile

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Pemblokiran PUBG Mobile adalah salah satu contoh dari lebih seratus aplikasi mobile asal Tiongkok yang menimbulkan amarah dari Global Times, sebuah media yang didukung Tiongkok dan terkenal membuat pernyataan yang bombastis. Media itu menyebut keputusan pemerintah India “merugikan diri sendiri.”

Sebuah artikel di media itu mengatakan, India telah mencoba untuk “menyelaraskan dengan strategi yang dipimpin AS“, strategi Presiden AS Donald Trump yang sangat agresif terhadap Tiongkok, bahkan sebelum pandemi COVID-19 mulai menyebar ke seluruh dunia.

Baca Juga:

Perusahaan China Melejit, Mark Zuckerberg Minta Perlindungan Trump

Artikel itu juga menuliskan, “Para pengamat juga menganggap larangan terbaru pemerintahan Modi pada aplikasi China sebagai sinyal bahwa negara Asia Selatan sedang mendorong pemisahan dengan China, ‘untuk menyenangkan’ Washington yang telah melakukan pemisahan menyeluruh dengan Beijing di lapangan mulai dari perdagangan dan teknologi hingga keuangan dan komunikasi pribadi.”

Selain itu, artikel tersebut mengklaim bahwa, “Investasi dari AS tidak mungkin untuk menutupi investasi Cina, dan New Delhi, dengan ekonomi lesu di bawah dampak wabah pandemi, tidak mampu menanggung biaya pemisahan ekonomi dengan Beijing.”

Pendapat Global Time Salah Tentang India Blokir PUBG Mobile

Tentu saja, masuk akal jika Cina menuduh India memihak AS sambil meremehkan keseriusan gangguan perbatasan India yang menyebabkan masalah baru. Jika hal yang sama dilakukan Cina, jelas hal itu tidak akan membiarkan semuanya berlalu.

Selain itu, hal ini memberi peluang bagi perusahaan teknologi India untuk melangkah dan mengisi kekosongan. Perusahaan seperti Jio dapat mulai membuat aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan lokal dan memiliki peluang untuk berkembang, dibanding mengandalkan aplikasi China setiap waktu. Sama seperti Cina yang mengunci Facebook dan Google, yang membuat mereka punya layanan dan aplikasinya sendiri yang serupa.

Baca Juga:

PUBG Mobile Luncurkan Update Versi 1.0 di Bulan September

Jadi India hanya melakukan apa yang akan dan telah dilakukan Cina dalam konteks yang serupa. Komentar kritis yang datang dari media asal Cina hanya ingin melempar kesalahannya pada India karena keputusannya, yang acap diklaim Cina sebagai prinsip yang diperlukan, dan itu adalah hak setiap negara untuk melakukannya.

Walaupun banned PUBG Mobile saat ini dan aplikasi favorit lainnya adalah hal yang menyedihkan bagi banyak gamer, ada cara untuk mengakalinya seperti memainkan game versi Korea atau menggunakan VPN untuk akses aplikasi yang diblokir.

Di masa depan, akan ada cara untuk menyelesaikan ketegangan yang dapat membatalkan banned tersebut.

- Advertisement -

Latest News

Kolaborasi Emtek Group dan Grab Perkuat Ekonomi Digital

Technologue.id, Jakarta - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek Group) resmi menjalin kolaborasi dengan Grab, Senin (26/7/2021). Adapun kerja sama dilakukan guna...

Rapat di Zoom Bisa Sambil Main Game, Begini Caranya

Technologue.id, Jakarta - Fitur baru kembali hadir di aplikasi video conference, Zoom. Kali ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna bermain game saat...

Dituduh Monopoli Pasar Game MOBA Lewat Turnamen MPL, Ini Kata Moonton

Technologue.id, Jakarta - Beberapa waktu lalu, tersiar rumor tidak sedap dari Moonton, developer Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Kabar...

OnePlus Nord 2 Rilis di India, Bawa Spesifikasi Kelas Atas

Technologue.id, Jakarta - OnePlus Nord 2 5G resmi rilis di India. Seperti yang telah dibocorkan sebelumnya, smartphone ini hadir dengan spesifikasi kelas...

Xiaomi Black Shark 4 Bisa Dipesan di Indonesia, Harganya?

Technologue.id, Jakarta - Smartphone gaming Black Shark 4 akhirnya sudah bisa dipesan konsumen di Indonesia. Perangkat yang telah lama ditunggu dari sub-merek...

Related Stories