Jakarta, Technologue.id — Medinah Country Club di pinggiran Chicago bukan sekadar lapangan golf biasa. Klub ini telah menjadi tuan rumah tiga U.S. Open (1949, 1975, 1990), dua PGA Championship (1999, 2006), satu Ryder Cup (2012), dan pekan ini Presidents Cup antara tim Amerika Serikat dan Internasional. Lebih dari itu, Medinah juga merupakan kuil bagi Shriners International, sebuah perkumpulan Masonik Amerika yang dikenal karena filantropi, persaudaraan, kesenangan, dan tentu saja topi fez merah ikonik mereka.

Shriners dari Medinah Temple di Chicago mendirikan klub ini pada 1924. Nama resmi Shriners, "Ancient Arabic Order of the Nobles of the Mystic Shrine," menjelaskan mengapa anggota pendiri sekaligus arsitek terkenal Richard Gustav Schmid merancang klubhouse Medinah yang luas dan indah dengan gaya Bizantium. Bangunan itu dihiasi menara minaret dan elemen arsitektur Moor yang klasik.

Setelah melakukan studi dua tahun di Timur Tengah dan Asia untuk mencari inspirasi, Schmid memodelkan struktur utama klubhouse berdasarkan masjid di Turki. Klubhouse ini dibuka tepat 100 tahun lalu, pada 26 September 1926. Pembukaannya beriringan dengan debut Course No. 1 (1925), Course No. 2 (1926), dan Course No. 3 (1928), semuanya dirancang oleh Tom Bendelow, sosok yang dijuluki "Dean of American Golf."

The club's stately entrance sets the tone.

Memasuki area klub, gerbang megah langsung menyambut pengunjung dan menetapkan standar kemewahan yang akan dirasakan sepanjang kunjungan. Rotunda tengah setinggi 60 kaki menjadi pusat perhatian yang memukau siapa pun yang melangkah masuk. Detail arsitektur yang rumit dan lantai terrazzo bertatahkan fez menegaskan identitas unik klub ini.

Namun, perjalanan Medinah tidak selalu mulus. Depresi Besar pada 1930-an membawa kesulitan keuangan serius bagi klub. Situasi itu memicu berbagai perubahan, termasuk diizinkannya non-Shriners untuk mengajukan keanggotaan, meski mereka tetap harus seorang Mason. Bagi sejarah golf, hal terpenting adalah masuknya turnamen profesional ke Medinah.

Medinah menggelar Medinah Open pada 1930 yang dimenangkan Hall of Famer Harry "Lighthorse" Cooper. Cooper juga merebut Medinah Open kedua lima tahun kemudian. Klub ini juga menjadi tuan rumah Western Open, salah satu turnamen awal PGA Tour paling penting, sebanyak tiga kali mulai akhir 1930-an.

Kejuaraan besar kemudian menyusul. Dua ratus yard di sebelah barat klubhouse, yang telah diperbarui secara berkala, Hale Irwin terkenal berlari mengelilingi green ke-18 di Course No. 3 setelah pukulan putt panjang ajaib yang mengantarkannya menjuarai U.S. Open 1990. Tiger Woods juga menyelesaikan kemenangan PGA Championship 1999 dan 2006 di sana.

The central rotunda, 60 feet high and awe-inspiring.

Bagi banyak anggota, tidak ada yang menandingi kekuatan emosional murni saat tiba di klub dan melihat klubhouse berusia seabad yang epik. Pengalaman itu tetap membekas, tak peduli berapa kali pun telah dirasakan. Casbah, tempat berkumpul legendaris di dalam klubhouse utama, menghadap ke Course No. 1 dan menjadi saksi berbagai momen bersejarah.

"Gerbang masuk, jalan berkelok, dan penampakan klubhouse tidak tertandingi di dunia golf," kata sejarawan klub Nick Novelli. "Setiap anggota terpesona olehnya, karena ini masih menjadi kenangan terindah mereka tentang Medinah, tak peduli sudah berapa lama menjadi anggota di sini."

The Casbah, a legendary gathering spot inside the main clubhouse, overlooks Course No. 1.

Medinah juga menjadi latar bagi berbagai diskusi industri golf terkini. Pekan ini, Presidents Cup kembali digelar di sana, menghadirkan rivalitas antara tim Amerika Serikat dan Internasional. Turnamen ini menjadi momen penting bagi para pegolf yang tengah bersiap menyambut musim baru, termasuk mereka yang menantikan ajang bergengsi seperti Masters 2026.

Bangunan klubhouse itu sendiri menyimpan kekayaan detail dekoratif yang menakjubkan. Lantai terrazzo dengan tatahan fez, ballroom megah, dan berbagai ornamen artistik menjadi bukti betapa seriusnya perhatian terhadap estetika. Semua elemen ini dirancang untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap anggota dan tamu.

two samples of the stunning decorative details that fill the place, including a terrazzo floor inlaid with a fez; the grand (and then some) ballroom

Seabad setelah dibuka, Medinah Country Club tetap menjadi salah satu ikon golf paling berpengaruh di dunia. Kombinasi antara warisan arsitektur, sejarah turnamen, dan nilai-nilai persaudaraan Shriners menciptakan identitas yang sulit ditiru klub lain. Bagi para penggemar golf, Medinah bukan hanya tempat bermain, melainkan destinasi ziarah yang wajib dikunjungi.

Dengan gelaran Presidents Cup yang sedang berlangsung, sorotan kembali tertuju pada klubhouse legendaris ini. Setiap sudutnya menyimpan cerita, dari rotunda megah hingga Casbah yang ikonik. Medinah membuktikan bahwa warisan golf sejati melampaui lapangan hijau itu sendiri.