Technologue.id, Jakarta – Perusahaan spesialisasi pemanfaatan teknologi digital, WIR Group, kembali akan menggelar event tahunan Disrupto. Disrupto 2019 merupakan gerakan inklusif untuk merayakan disrupsi teknologi yang terjadi di Indonesia. Gelaran tersebut menjadi wadah yang mempertemukan berbagai pihak dan menggerakkan perekonomian melalui inovasi teknologi.

Disrupto 2019 digelar di Plaza Indonesia selama tiga hari, mulai tanggal 22-24 November 2019. Tahun ini, Disrupto mengambil tema The Future of Humanity untuk mengeksplorasi tantangan yang akan dihadapi manusia di masa yang akan datang.

Yasha Chatab menyebut tantangan ini diantaranya yaitu kota-kota yang hilang karena adanya perubahan iklim, dominasi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dalam kehidupan kita, jumlah penduduk lansia yang membengkak karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, serta evolusi media sosial yang menyebabkan permasalahan di dunia maya seperti hoax dan cyberbullying.

“Banyak bisnis yang terdisrupsi karena inovasi teknologi. Di masa yang akan datang, manusia akan sangat terbantu dengan kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan dan bahan baku yang sustainable. Yang spesial kali ini, kita banyak sekali mendatangkan pembicara dari luar negeri yang memang menjadi bukti bahwa the future of humankind seperti apa dan bagaimana teknologi bisa membantu manusia saat ini,” tutur Yasha, saat temu media di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Salah satu pembicara utama yang akan berpartisipasi pada Disrupto 2019 adalah Tilly Lockey, seorang disibilitas yang terbantu aktivitasnya berkat adanya inovasi teknologi.

“Tilly Lockey ini luar biasa, Ia berusia 14 tahun dan telah diamputasi sejak masih bayi. Nanti Ia akan menceritakan kisahnya menggunakan bionic arms (lengan buatan bionik yang dikontrol otak),” kata Yasha.

Selain itu ada juga Cyberdyne, yang merupakan sebuah perusahaan robot asal Jepang yang memproduksi robot untuk membantu para kaum lansia dan disabilitas dalam mobilitasnya.

Dijelaskan Daniel Surya, CEO WIR Group, Disrupto merupakan movement yang bersifat inklusif, merangkul semua pelaku ekonomi yang percaya bahwa inovasi teknologi berperan besar dalam pertumbuhan bisnis saat ini dan akan datang.

Acara ini juga akan mempertemukan para pelaku ekonomi seperti startup, korporasi, modal ventura, dan institusi keuangan lokal maupun global.

“Tujuan dan harapan kami dari Disrupto 2019 ini ialah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bagaimana teknologi berkembang begitu cepat dan akan berdampak pada kehidupan manusia di masa depan. Sehingga masyarakat dapat menjadi adaptif akan perubahan yang akan terjadi,” ujar Daniel, dalam kesempatan acara yang sama.

Untuk biaya tiketnya sendiri, Disrupto 2019 dijual secara online melalui Loket.com dengan pilihan harga tergantung jumlah hari mulai dari Rp 300,000.