Technologue.id, Jakarta – Kabar serangan ransomware WannaCry yang begitu gaduh beberapa jam terakhir telah membangunkan banyak pihak. Namun, tentu kesadaran banyak korporasi besar hingga netizen biasa ini tidak cuma-cuma. Ada sejumlah pihak yang sudah menjadi korban WannaCry dan kini sedang berada di situasi yang pelik.

Pada dasarnya, bisa disimpulkan bahwa serangan ransomware yang ada sekarang ini adalah kelanjutan dari rentetan serangan yang konsisten belakangan. Ransomware yang tak diperhatikan kini sudah menjadi salah satu varian malware yang berbahaya setelah menjadi serangan yang masif dan menjatuhkan banyak pihak.

“47 persen perusahaan bisnis terserang ransomware tahun lalu. Dan seperti yang dialami Telefonica dan serangan ke bank di Spanyol dan Inggris terakhir, ancaman itu terus meningkat,” terang VP of Engineering Acronis, Nikolay Grebennikov, dalam keterangan tertulisnya pada redaksi (13/05/17).

Menurutnya, upaya antisipasi seperti mematikan komputer hanya bermanfaat secara sementara. Tentunya jika PC dimatikan, praktis tak ada aktivitas yang bisa dilakukan pelaku bisnis tersebut. Solusi konkretnya, dari pendapat Grebennikov, adalah mengawinkan dua metode sekaligus dalam satu produk, yakni pasif dan aktif.

Metode pasif di sini artinya kemampuan untuk melakukan backup data. Sedangkan sisi aktifnya tercermin dalam penggunaan teknologi pengamanan yang senantiasa aktif. Pengamanan ini coba ditawarkan oleh Acronis juga sejumlah perusahaan cyber security lainnya.

 

Baca juga:

Serangan Ransomware di Seluruh Dunia Meningkat 50%

Pasca Diakuisisi Avast, Ini Produk Terbaru AVG di 2017

Waspada, Beli Smartphone Flagship Baru Dapat Bonus Malware!