Mengapa Generasi Muda Pesimis Indonesia Siap Hadapai Tantangan Digital?

Ilustrasi virtual reality (source: TheVerge)

Technologue.id, Jakarta – Era internet dan digital telah membawa beragam peluang baru. Akan tetapi, jangan lupakan juga kalau tantangannya juga bervariasi bahkan lebih berat. Di satu sisi cukup menguntungkan bahwa ternyata pemuda-pemudi Indonesia sadar akan ancaman tersebut.

Salah satu temuan dari survei yang dilakukan Microsoft Asia Digital Future menyebut kalau ternyata tiga dari 10 remaja di Tanah Air merasa Indonesia belum siap beradaptasi dengan tantangan digital. Untuk mengatasi hal ini, mereka menilai para stakeholder perlu menunaikan beberapa sektor atau elemen vital.

Sebanyak 44 persen responden secara implisit merasa sumber daya manusia (SDM) di Indonesia belum memadai. Maka dari itu, mereka ingin sekolah-sekolah di Indonesia dapat mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang tepat dalam memanfaatkan inovasi digital sepenuhnya. Hal ini tentu penting agar Indonesia mampu menyuplai SDM manusia yang relevan dengan era digital ke depannya.

Selain itu, 33 persen responden pun menuntut adanya peningkatan infrastruktur nasional, diikuti oleh sebanyak 14 persen responden yang menginginkan adanya lapangan kerja dan industri baru.

Rasa pesimisme yang diakibatkan faktor-faktor di atas nyatanya juga ditunjang dengan keprihatinan terhadap tantangan di era digital yang kian terjal. Kekhawatiran itu meliputi hubungan yang menjadi terlalu impersonal (39 persen), potensi kehilangan pekerjaan (24 persen), dan dampaknya terhadap keamanan dan privasi (17 persen).

Maka dari itu, perlu keterlibatan banyak pihak agar masyarakat, terutama generasi muda, siap beradaptasi dengan tantangan digital ini. Stakeholder yang bermain dan diharapkan bisa berkontribusi untuk menyelesaikan problem ini antara lain: sektor publik atau pemerintah, kemitraan publik-swasta, dan start-up di bidang teknologi.

Di satu sisi, banyak anak muda yang yakin masa depan bisa makin cerah apabila inovasi seperti artificial intelligence (AI), Virtual / Mixed / Augmented Reality (VR / MR / AR), dan Internet of Things (IoT) dimanfaatkan dengan baik. Hal ini diamini oleh Anthonius Henricus, Developer Experience and Evangelism Director, Microsoft Indonesia.

“Sangat menarik untuk melihat bagaimana generasi muda sangat menantikan manfaat yang bisa diperoleh inovasi masa depan. Artificial Intelligence, dikombinasikan dengan Virtual/Mixed/Augmented Reality, dan Internet of Things memberikan peluang transformasi digital yang luar biasa bagi negara dan organisasi untuk mengukir masa depan baru yang bermanfaat bagi kita semua,” jelasnya secara tertulis pada Technologue.id (19/05/17).

 

Baca juga:

Microsoft Siapkan Infrastruktur Data Center di Kawasan “Sulit”

Hadang WannaCrypt, Microsoft Rilis Update untuk Windows XP

Microsoft Bakal Sematkan Bot pada Search Engine Bing

loading...