Mengapa Uber Bisa Ditendang dari Italia?

Ilustrasi Uber (source: Uber)

Technologue.id, Jakarta – Pil pahit terpaksa ditelan Uber. Mereka tak lama lagi akan kehilangan salah satu pasarnya, Italia. Perusahaan milik Travis Kalanick itu hanya diberi waktu sampai 10 hari sebelum dilarang beriklan apalagi beroperasi di negara tersebut.

Mengutip penjelasan dari Engadget (07/04/17), hasil pengadilan di Roma menyatakan bahwa layanan taksi online itu telah berkompetisi secara tidak adil melawan perusahaan taksi lokal. Mungkin Anda sudah menduga bahwa gugatan ini dilayangkan oleh asosiasi taksi besar di Italia.

Kendati demikian, Uber sebenarnya masih diberikan kesempatan untuk beroperasi. Asalkan, mereka mau membayar denda sebesar Rp 141 juta tiap hari selama mereka beroperasi. Walaupun Uber punya nilai valuasi senilai Rp 933 triliunan, rasanya mereka tak akan menempuh jalan ini. Sebab, mereka juga belum menghasilkan profit dan terendus malah kesulitan dana tahun lalu.

Situasi yang hampir sama sebenarnya juga terjadi di sejumlah negara lain, seperti Inggris, Prancis, dan Indonesia. Perusahaan-perusahaan taksi lokal yang sudah melayani masyarakat sejak puluhan tahun lalu dan regulasi dari pemerintah pun kini seperti menjadi tantangan terberat bagi Uber dalam menjalankan bisnisnya.

Sementara itu, Uber mengaku terkejut dengan keputusan ini. Mereka berniat mengajukan banding. Alasan mereka, ribuan mitra Uber saat ini telah menjadi opsi transportasi terpercaya bagi masyarakat setempat.

 

Baca juga:

Mobil Pintar Uber Tabrak Mobil Lain, Apakah Ada Korban Jiwa?

Mobil Pintar Uber Sudah Bisa Jalan Jauh, Tapi Ada PR Besar

Dukung Grab, Uber, dan Go-Jek, Netizen ‘Demo’